Sayuk Rukun Saiyeg Saeka Praya: Gotong-Royong Tanpa Pamrih dari Masyarakat Kabupaten Banyuwangi
Banyuwangi – indonetizen.id | Dalam suasana kehidupan modern yang sering kali didominasi oleh individualisme dan persaingan, semangat gotong-royong yang dihidupi oleh masyarakat Kabupaten Banyuwangi menjadi oase tersendiri. “Sayuk Rukun Saiyeg Saeka Praya” bukan sekadar semboyan, melainkan cerminan nyata dari jiwa kolektif yang hidup dan berdetak di setiap sudut Banyuwangi. Guntur Priambodo, seorang pemimpin visioner, bersama para petani setempat, telah menunjukkan bahwa bekerja bersama demi tujuan bersama adalah kunci menuju keberhasilan yang berkelanjutan.
Di tengah riuh rendahnya kehidupan, gotong-royong sering kali dianggap sebagai konsep kuno yang tak relevan dengan era digital dan globalisasi. Namun, di Banyuwangi, gotong-royong adalah nadi kehidupan. Masyarakat bekerja bahu-membahu dalam berbagai kegiatan, tak ada yang bekerja sendirian, semuanya dilakukan dengan semangat kebersamaan dan tanpa pamrih.

Guntur Priambodo, yang sering terlihat bersama para petani di sawah, menjadi teladan dalam mempraktikkan gotong-royong. Ia tak hanya memberikan arahan dari jauh, tetapi juga terjun langsung ke lapangan, Dengan tangannya yang kotor oleh tanah, ia menunjukkan bahwa seorang pemimpin sejati adalah mereka yang tak segan untuk bekerja di akar rumput, memahami setiap detil permasalahan yang dihadapi rakyatnya.
Gotong-royong di Banyuwangi bukan sekadar aksi fisik, melainkan juga simbol kebersamaan. Ketika masyarakat bekerja bersama, ada ikatan emosional yang terbentuk, memperkuat rasa saling memiliki dan solidaritas. Di sawah-sawah Banyuwangi, kita bisa melihat bagaimana para petani bekerja dengan senyum dan canda tawa, meskipun mereka dihadapkan pada pekerjaan berat. Ada rasa kebersamaan yang tak ternilai, yang menjadi fondasi kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis.

Guntur Priambodo, dengan visinya yang tajam, memahami betul pentingnya rasa kebersamaan ini. Ia sering mengadakan acara-acara yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kegiatan gotong-royong membersihkan saluran air desa hingga saluran irigasi sawah. Dalam setiap kesempatan, Guntur selalu menekankan pentingnya kebersamaan dan saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama.
Salah satu nilai utama dalam gotong-royong adalah bekerja untuk satu tujuan tanpa pamrih. Di Banyuwangi, masyarakat diajarkan untuk melihat keberhasilan sebagai hasil kerja kolektif, bukan individual. Setiap orang, dari petani hingga pemimpin desa, bekerja dengan penuh dedikasi tanpa mengharapkan imbalan pribadi. Mereka percaya bahwa ketika masyarakat sejahtera, setiap individu di dalamnya juga akan merasakan manfaatnya.

Guntur Priambodo, dengan segala kesederhanaannya, menjadi contoh nyata dari prinsip ini. Ia tidak mencari popularitas atau pujian, melainkan fokus pada kesejahteraan masyarakat. Dalam berbagai proyek yang digagasnya, Guntur selalu memastikan bahwa manfaatnya dirasakan oleh seluruh warga, terutama mereka yang paling membutuhkan. Dengan pendekatan yang inklusif dan partisipatif, ia mengajak semua pihak untuk turut berkontribusi dan merasakan kebanggaan atas hasil yang dicapai bersama.
Tentu saja, menjaga semangat gotong-royong di tengah tantangan zaman modern bukanlah hal mudah. Pengaruh globalisasi dan budaya individualisme sering kali menggoyahkan nilai-nilai kebersamaan yang telah lama dipegang teguh oleh masyarakat. Namun, dengan pemimpin seperti Guntur Priambodo dan kekuatan kolektif masyarakat, tantangan tersebut dapat dihadapi dengan optimisme.

Ke depan, harapan terbesar adalah bahwa semangat “Sayuk Rukun Saiyeg Saeka Praya” akan terus hidup dan berkembang. Dengan gotong-royong, Banyuwangi tidak hanya akan menjadi contoh bagi daerah lain, tetapi juga akan menunjukkan kepada dunia bahwa kebersamaan dan kerja tanpa pamrih adalah kunci menuju keberhasilan dan kesejahteraan yang sejati.
Gotong-royong adalah warisan budaya yang tak ternilai, yang harus dijaga dan dilestarikan. Guntur Priambodo, bersama para petani dan seluruh masyarakat Banyuwangi, telah membuktikan bahwa semangat kebersamaan ini masih sangat relevan dan vital. Melalui “Sayuk Rukun Saiyeg Saeka Praya,” Banyuwangi mengajarkan kepada kita semua bahwa dalam kebersamaan, kita bisa mencapai lebih dari apa yang kita bayangkan. Mari kita teruskan semangat ini, bekerja bersama tanpa pamrih, untuk mencapai tujuan bersama yang lebih besar dan mulia.
Penulis :
Noto Suwarno
Ketua Relawan IGUN












