Forpimka Purwoharjo Gercep Tanggapi Rencana Aksi Demo Warga Desa Kradenan

Forpimka Purwoharjo Gercep Tanggapi Rencana Aksi Demo Warga Desa Kradenan

Banyuwangi – indonetizen.id | Aksi demo yang akan digelar oleh warga desa Kradenan kecamatan Purwoharjo kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang akan dilaksanakan pada hari Senin (10/2/) mendatang terpaksa tertunda.

Penundaan aksi demo warga itu diputuskan setelah para perwakilan warga dari empat dusun didesa Kradenan yang tergabung dalam Forum Komunikasi dan Aspirasi Warga Kradenan diundang hadirkan dalam rapat kordinasi bersama Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Purwoharjo, Jumat (7/2) pagi.

Dalam rapat kordinasi yang dilaksanakan di kantor camat Purwoharjo itu dihadiri oleh Forpimka kecamatan Purwoharjo, Ketua BPD Kradenan, kepala desa Kradenan berserta Jajaran serta Forum Komunikasi dan Aspirasi masyarakat Kradenan.

Ahmad Subhan,S.E.,M.Si.,Camat Purwoharjo meminta agar aksi demo yang akan digelar warga pada hari Senin dipertimbangkan terlebih dulu karena semua tuntutan masyarakat desa Kradenan sudah ditampung dan dituangkan dalam surat yang akan segera dikirimkan kepada bupati Banyuwangi.

“Semua hasil tuntutan dari warga sudah saya tampung dan sudah kita rembuk bersama BPD Kradenan maka saya mohon kepada warga agar menunggu hasil regulasi dari bupati Banyuwangi karena jika ingin menurunkan suatu pimpinan perlu proses dan ada mekanisme yang harus dilalui”,tegas Subhan.

Penyampaian camat Purwoharjo itu ditanggapi oleh kordinator forum komunikasi dan aspirasi masyarakat desa Kradenan Nurul Imron Sadewo sebagai langkah positif yang patut diapresiasi.

“Kita menerima dan akan menunggu dulu hasil dari keputusan yang telah diambil pak camat, maka kita sepakati aksi sementara ditunda dulu, namun jika ternyata tetap tidak ada hasilnya maka demo akan tetap kita laksanakan,” tuturnya.

Lebih lanjut Nurul menambahkan jika adanya aksi warga ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan Supriyono, kepala desa Kradenan yang kian menurun akibat sakit pada sistem saraf yang dideritanya.

“Terus terang saja mengingat kondisi kesehatan pak Supriyono, saya merasa kasihan jika di teruskan menjadi pimpinan yang mengemban banyak tanggung jawab, untuk itu alangkah baiknya agar beliaunya mundur dulu dan fokus terhadap kesehatannya dan nantinya jika sudah sehat ya tidak apa-apa meneruskan kembali sebagai kepala desa Kradenan,” tambah Imron.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, sebenarnya selain kondisi kesehatan yang menurun hal lain yang menjadikan warga desa Kradenan menuntut agar Supriyono mundur adalah banyaknya temuan dugaan penyimpangan kebijakan serta tidak transparan dalam penggunaan dana-dana desa, antara lain dana BUMDES, retribusi pasar subuh dan juga temuan dugaan pungli PKH di dusun Curah palung serta pungli pada program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Tinggalkan Balasan