Proyek Siluman di Jalur Emas Disorot, Tak Ada Papan Informasi di Penghujung Tahun
BANYUWANGI – INDONETIZEN| Pengerjaan proyek pembangunan saluran air (drainase) di sepanjang jalur menuju area pertambangan emas PT Bumi Sukses Indo (BSI), Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, menuai pertanyaan dari warga. Proyek yang diperkirakan membentang lebih dari 2 kilometer tersebut tidak dilengkapi dengan papan nama informasi proyek di lokasi pengerjaan.
Pantauan di lapangan pada Selasa (23/12/2025) di desa sumberagung, terlihat aktivitas penggalian dan pemasangan batu pondasi di kanan-kiri bahu jalan utama. Mengingat saat ini telah memasuki penghujung tahun anggaran, ketiadaan papan informasi memicu spekulasi di tengah masyarakat mengenai asal-usul dana dan penanggung jawab proyek tersebut.
“Ini proyek besar, panjangnya mungkin lebih dari 2 kilometer. Tapi anehnya, dari ujung ke ujung tidak ada papan informasinya. Kami tidak tahu ini pakai dana APBD atau dana dari tambang (CSR),” ujar salah seorang warga yang melintas di lokasi.
Ketidakterbukaan ini sempat memunculkan sebutan “proyek siluman” di kalangan masyarakat, mengingat nilai investasi proyek dengan skala sepanjang itu diperkirakan menelan biaya hingga miliaran rupiah.
Menanggapi hal tersebut, Camat Pesanggaran memberikan konfirmasi saat dihubungi oleh Indonetizen, 24/12/25. Pihak kecamatan menyatakan bahwa proyek pembangunan drainase tersebut bukan bersumber dari anggaran pemerintah (APBD), melainkan didanai langsung oleh pihak swasta.
“Proyek tersebut dibiayai oleh PT BSI,” ujar Camat Pesanggaran singkat saat dikonfirmasi terkait status pengerjaan tersebut.
Meski status proyek tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) atau komitmen pembangunan infrastruktur dari pihak perusahaan tambang, warga tetap menyayangkan minimnya identitas proyek di area publik.
Sesuai dengan semangat transparansi, pembangunan yang menggunakan ruang publik dan berdampak pada akses mobilitas warga seharusnya tetap memberikan informasi yang jelas. Hal ini penting agar masyarakat dapat turut serta melakukan pengawasan terhadap kualitas material dan durasi pengerjaan, sehingga tidak mengganggu ketertiban umum dalam jangka panjang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Bumi Sukses Indo (BSI) belum memberikan keterangan resmi mengenai detail teknis proyek maupun alasan tidak dipasangnya papan informasi di lokasi kegiatan fisik tersebut.[Taufik hidayat]












