Indonetizen.id, Tulungagung – Proyek Pembangunan Taman Bermain Anak-anak di Kecamatan Panggung Gunung, Kabupaten Tulungagung, tepat di sebelah kantor Desa Kresekan yang dibiayai oleh Dana Desa (DD) tahun anggaran 2021, mengecewakan banyak pihak karena tidak memenuhi standar sebagai tempat bermain anak-anak dan belum terselesaikan.
Dalam penelusuran yang dilakukan wartawan dari beberapa media pada (7/3/2024), proyek tersebut tidak sesuai dengan namanya yang mengimplikasikan sebagai tempat bermain anak-anak.
Laporan pertanggungjawaban (LPJ) menyebutkan bahwa proyek tersebut telah selesai, namun kenyataannya area tersebut masih berupa lapangan tanpa adanya satu pun permainan anak-anak. Yang ada hanyalah tanaman pohon pule dengan nilai anggaran DD sebesar Rp 19.473.000.

Kepala Desa Kresekan, saat diwawancarai di ruang kerjanya, mengakui bahwa pembelian pohonnya saja sudah memakan biaya besar, ditambah lagi biaya perawatannya.
“Beli pohonnya saja sudah mahal biayanya besar, belum lagi ditambah biaya perawatannya mas,” ucap Kades.
Namun, menurut tim mereka, pohon pule tidak memerlukan perawatan khusus. Lebih lanjut, Kades Kresikan, Sukri, juga menyatakan bahwa anggaran DD seharusnya digunakan untuk pipanisasi Pansimas sekitar empat puluh juta rupiah. Namun, setelah dicek di lokasi, sistem pipanisasi tersebut tidak berfungsi karena tidak ada pasokan air yang tersedia.
Kondisi proyek pembangunan taman bermain anak-anak yang tidak layak serta pemborosan anggaran DD ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat setempat. (Relly)












