Jika Pak Sumail Gandeng Gus Munib, Ada 3 Nama Berpeluang Jadi Cawabup Bu Ipuk

Jika Pak Sumail Gandeng Gus Munib, Ada 3 Nama Berpeluang Jadi Cawabup Bu Ipuk

Penulis:

A. Ainul Yaqin                                                 founder sinyal pemuda

Banyuwangi – indonetizen.id | Beberapa hari terakhir, H. Sumail Abdullah dan Ahmad Munib Syafaat muncul sebagai pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi yang menonjol. Pertanyaannya sekarang, siapakah yang akan didampingi oleh Bu Ipuk dalam persaingan Pilkada Banyuwangi 2024?

Kontestasi Pilkada Banyuwangi yang semakin mendekat, maka kubu partai akan semakin saling merapat. Sebagaimana Pak Sumail berasal dari Partai Gerindra, sementara Gus Munib dari Partai PKB.

Pak Sumail (@sumail.center) baru-baru ini terlihat mengikuti pembekalan Bakacada di Surabaya, yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum PKB, Gus Muhaimin Iskandar. Hal ini menunjukkan keseriusannya dalam menggandeng Gus Munib sebagai Calon Wakil Bupati Banyuwangi yang termasuk dari kader Partai PKB Banyuwangi.

Sejak Pilkada tahun 2019 nama Gus Munib santer dibicarakan publik sebab sebelum pasangan Yusuf-Riza dipastikan menjadi Cabup-Cawabup Gus Munib telah banyak diusulkan oleh masyarakat untuk menjadi Cawabup Yusuf. Tetapi, dalam waktu yang singkat Gus Munib mundur dan di gantikan Gus Riza pada saat itu yang berdampak pada munculnya spekulasi masyarakat. Bisa jadi, meskipun namanya sudah memperoleh hasil survey tertinggi tapi bagi Gus Munib belum waktu yang tept untuk mengikuti perebutan kursi di Pilkada Banyuwangi saat itu.

Kesepakatan politik bersifat dinamis. Bulan Februari lalu, dalam pemilu pilpres, Partai PKB dan Partai Gerindra terlihat tidak dalam satu koalisi. Namun, setelah pengumuman Presiden terpilih, Pak Prabowo melakukan silaturahmi ke kantor Partai PKB, mengundang mereka untuk menjadi bagian dari kabinet Indonesia Maju. Oleh karena itu, dalam Pilkada Banyuwangi hari ini, jika dari Partai Gerindra mencalonkan Bupati, Partai PKB kemungkinan akan mendapatkan kursi Wabup. Namun, ini hanyalah rumor politik, dan yang mengetahui secara pasti hanyalah Ketua Gerindra Banyuwangi (Pak Sumail) dan Ketua PKB Banyuwangi (Gus Malik).

Dari perkembangan politik di Banyuwangi, terlihat hampir pasti bahwa Gus Munib akan menjadi pendamping Pak Sumail. Namun, pertanyaannya adalah, jika Gus Munib mendampingi Pak Sumail, siapakah yang akan dipilih oleh Bu Ipuk untuk mendampinginya?

Agar dapat menegetahui sosok seseorang yang bakal di gandeng Bu Ipuk, maka kita harus tahu kelebihan Gus Munib. Pertama, pasangan Pak Sumail-Gus Munib akan di anggap memiliki representasi Pak Prabowo dan Mas Anies Baswedan. Kedua, Pak Sumail-Gus Munib dianggap sebagai pasangan Nasionalis-Religius. Ketiga, pasangan ini mewakili lintas sektor Pak Sumail dari Banyuwangi Utara-Gus Munib dari Banyuwangi Selatan. Keempat, Gus Munib memiliki latar belakang ulama yang kuat, dia merupakan putra dari ulama besar Banyuwangi pendiri Pondok Pesantren Darussalam Blokagung. Kelima, Gus Munib juga punya latar belakang akademisi yang kuat dan hari ini dia mejabat sebagai rektor UIMSYA Banyuwangi.

Mempertimbangkan hal tersebut, maka sekurang-kurangnya ada tiga nama yang kemungkinan bakal di gandeng oleh Bu Ipuk.

1. Gus Makki

Meskipun nama Gus Makki bukanlah prioritas utama bagi Bu Ipuk, namun dengan majunya Gus Munib sebagai pendamping Pak Sumail, Gus Makki bisa menjadi pilihan utama. Hal ini lebih dikaitkan dengan peran Gus Munib sebagai perwakilan PKB, sementara Gus Makki memiliki dukungan kuat dari kaum Nahdliyin. Seperti yang kita ketahui, basis dukungan PKB dan Nahdliyin di lapangan memiliki perbedaan yang signifikan.

Ditambah lagi, Gus Makki adalah seorang tokoh yang telah meraih banyak penghargaan, baik dari instansi maupun apresiasi dari masyarakat setempat. Dia diakui sebagai penerima penghargaan tokoh keberagamaan 2023 dari Times Indonesia. Selain itu, sebagai mantan Ketua PCNU Banyuwangi, Gus Makki telah membawa NU Banyuwangi ke arah kemajuan dan kemandirian melalui berbagai kegiatan yang ia inisiasi, termasuk program “sobo deso”.

Namun, dalam ranah politik, Gus Makki dianggap memiliki kelemahan karena kurang terampil dalam berpolitik. Namun, dalam kontes Pilkada Banyuwangi yang memerlukan perdebatan dan adu argumen, sosok Gus Makki justru lebih kuat sebagai ulama dan akademisi yang terpercaya, sehingga mampu menanggapi dengan baik pasangan calon yang lain.

2. Cak Ikhwan Arief

Ikhwan Arif mungkin akan dipilih oleh Bu Ipuk untuk menghadang Gus Munib. Cak Ikhwan dikenal sebagai salah satu pemimpin muda dari kalangan Nahdliyin yang telah meraih banyak prestasi dan penghargaan atas karyanya dalam melestarikan ekosistem laut. Meskipun jarang terlihat berkegiatan bersama Bu Ipuk, namun suami Bu Ipuk, Pak Anas, yang juga merupakan Menteri PANRB, seringkali hadir dalam forum yang sama dengan Ikhwan di berbagai kegiatan di Banyuwangi. Setidaknya bisa menilai bagaimana kualitas Cak Ikhwan sebelum di rekomendasikan menjadi Cawabup Bu Ipuk.

Sebagai mantan Ketua Cabang Ansor Banyuwangi, Ikhwan juga berdomisili di Banyuwangi Utara (Kecamatan Wongsorejo), sehingga jika dipilih oleh Bu Ipuk, ia dapat menjadi lawan bagi pasangan Pak Sumail-Gus Munib. Selain itu, Keuntungan lain adalah Cak Ikhwan seorang pengusaha dan politikus dari Partai PSI, sebuah partai yang dianggap mewakili kaum muda. Jadi, jika Bu Ipuk memilih Cak Ikhwan, kemungkinan kekuatan kaum muda Banyuwangi dapat bersatu.

3. Pak Michael

Selain dua nama di atas, bisa juga Bu Ipuk memilih Pak Michael (selaku pimpinan Partai Demokrat Banyuwangi). Politikus senior Banyuwangi ini bisa menjadi lawan berat bagi Gus Munib. Pak Michael juga seorang pengusaha yang namanya sudah populer di kalangan Banyuwangi. Isu ini mulai marak di saat AHY melaksanakan nonton bola bersama Bu Ipuk dan masyarakat di Banyuwangi, bahwa bisa jadi Bu Ipuk akan menggandeng kader Partai Demokrat di Pilkada tahun ini.

Meskipun nama Pak Michael mendapat stereotip negatif dari kalangan masyarakat sebab Pak Michael golongan Non-Muslim, tetapi gagasan dan idenya telah banyak dikenal oleh kalangan masyarakat muslim. Dia merupakan penggagas Forum Komunikasi Kyai Langgar yang totalnya kurang lebih ada 313 se Kabupaten Banyuwangi. Hal yang telah dilakukan oleh Pak Michael selama ini juga tidak menutup kemungkinan agar bisa menghadang gerakan Gus Munib yang notabanenya merupakan seorang Kyai.

Namun Pak Michael juga punya sisi lemah. Karena Pilpres kemarin dia bukan merupakan representasi dari partai pendukung Bu Ipuk yakni Partai PDI. Sampai saat ini, sekalipun terkesan adem-ayem, saling desak di antara partai pendukung maupun tidak untuk berebut mencalonkan Cawabup, tentu masih kuat.

Tinggalkan Balasan