Sobat IGUN: Mengetuk Pintu Langit dengan Dzikir dan Doa
Banyuwangi – indonetizen.id | Pada malam yang tenang dan penuh khidmat, para relawan Sobat IGUN berkumpul di berbagai posko Korcam di seluruh Kabupaten Banyuwangi. Acara ini diadakan dalam rangka mendukung bakal calon bupati dan wakil bupati, Ipuk Fiestiandani dan Guntur Priambodo, melalui dzikir dan doa bersama. Digelar secara serentak di 25 kecamatan pada tanggal 22 dan 25 Juli 2024, acara ini dipimpin oleh Noto Suwarno yang menekankan pentingnya iman dan kebersamaan dalam menghadapi perjalanan politik yang penuh tantangan.
Noto Suwarno menyampaikan bahwa sebagai bangsa yang beriman, kita tidak boleh terjerumus dalam perjalanan tanpa ujung atau larut dalam perdebatan yang menguras tenaga dan emosi. “Sebagai bangsa yang beriman, tak elok jika kita terus terjerumus dalam sebuah perjalanan tanpa ujung, apalagi jika larut dalam perdebatan yang menguras tenaga dan emosi,” ucapnya dengan penuh ketulusan.

Acara dzikir dan doa ini bukan sekadar ritual, melainkan sebuah bentuk pengabdian dan kepedulian terhadap masa depan Banyuwangi. Para relawan Sobat IGUN, bersama sejumlah kyai kampung dan keluarga besar Sobat IGUN, berdoa dan bermunajat agar pasangan Ipuk-Guntur dapat resmi menjadi calon tetap hingga ketetapan KPU keluar. Mereka menyadari bahwa doa adalah senjata paling ampuh bagi mereka yang beriman, dan hanya dengan doa, hati mereka bisa tenang dan diberkahi dalam setiap langkah perjuangan.
Doa dan dzikir memiliki kekuatan yang luar biasa dalam menguatkan hati dan jiwa. Dalam konteks politik, terutama di saat-saat kritis menjelang pemilihan, kekuatan spiritual ini menjadi sangat penting. Noto Suwarno mengajak seluruh masyarakat Banyuwangi, apapun latar belakangnya, untuk bersatu dalam doa dan zikir. “Dari hati yang terdalam, kami mengajak seluruh masyarakat Banyuwangi, siapapun dan apapun latar belakang kita, mari bergabung dalam barisan yang satu, barisan doa dan zikir, barisan yang akan berada dalam garda terdepan berbagi kebaikan untuk kebaikan Banyuwangi ke depan bersama Ipuk-Guntur,” katanya.

Dalam momen yang penuh makna ini, Noto Suwarno mengajak seluruh masyarakat Banyuwangi untuk tunduk hati dan merendahkan jiwa, memohon ampun dari segala salah dan dosa, serta mengetuk pintu langit agar pasangan bakal calon Ipuk-Guntur dapat membawa kembali hari-hari indah di Banyuwangi. “Tundukkan hati, rendahkan jiwa, bersama-sama memohon ampun dari segala salah dan dosa; mengetuk pintu langit agar pasangan bakal calon Ipuk-Guntur menjadi hari-hari indah kembali hadir tanpa rasa takut dan khawatir akan kembali memimpin Banyuwangi periode 2024-2029,” katanya dengan penuh harapan.
Ajakan ini adalah cermin dari kesadaran bahwa kebersamaan dan persatuan adalah kunci utama dalam meraih keberhasilan. Ketika seluruh elemen masyarakat bersatu dalam doa dan harapan, kekuatan itu akan menjadi energi positif yang mampu menghadirkan perubahan nyata. Dengan dzikir dan doa, masyarakat Banyuwangi diajak untuk tidak hanya berharap, tetapi juga berusaha bersama-sama mewujudkan masa depan yang lebih baik.
Pasangan Ipuk Fiestiandani dan Guntur Priambodo, atau yang akrab disapa IGUN, dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual dalam kepemimpinan mereka. Mereka percaya bahwa kepemimpinan yang baik harus dilandasi dengan iman dan ketulusan hati. Dzikir dan doa bersama ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan wujud nyata dari komitmen mereka untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah kepemimpinan.

Dengan mengajak seluruh masyarakat Banyuwangi untuk terlibat dalam dzikir dan doa, IGUN menunjukkan bahwa mereka adalah pemimpin yang peduli dan menghargai setiap dukungan, doa, dan harapan dari masyarakat. Mereka ingin memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil dan setiap langkah yang diambil selalu mendapat berkah dan ridho dari Tuhan.
Acara dzikir dan doa yang digelar oleh Sobat IGUN ini adalah sebuah langkah yang mulia dalam perjalanan politik pasangan Ipuk-Guntur. Melalui dzikir dan doa, mereka tidak hanya mengharapkan keberkahan dan perlindungan dari Tuhan, tetapi juga mengajak seluruh masyarakat Banyuwangi untuk bersatu dalam doa dan harapan. Dengan kebersamaan dan keimanan yang kuat, pasangan Ipuk-Guntur berharap dapat membawa perubahan yang positif dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi Banyuwangi.
Mengakhiri malam yang penuh khidmat, Noto Suwarno mengingatkan bahwa perjalanan ini bukan hanya tentang politik, tetapi tentang kebersamaan dan keimanan yang akan membawa kita menuju masa depan yang lebih baik. “Mari kita tundukkan hati dan merendahkan jiwa, bersama-sama memohon ampun dari segala salah dan dosa; mengetuk pintu langit agar pasangan bakal calon Ipuk-Guntur dapat membawa kembali hari-hari indah di Banyuwangi,” pungkasnya.
Dengan dzikir dan doa, semoga Banyuwangi senantiasa diberkahi dan dipimpin oleh sosok yang beriman dan berintegritas tinggi.












