Indonetizen.id, Jakarta – Akhirnya, Anies Baswedan mengungkapkan alasannya mengapa dia menolak untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk berpasangan dengan Prabowo Subianto yang menjadi calon presiden (capres). Ia memberikan alasan yang masuk akal untuk penolakannya.
Anies Baswedan mengungkapkan hal ini kepada Merry Riana dalam saluran Youtube bernama Merry Riana. Merry pertama-tama bertanya apakah ada janji antara Anies dan Prabowo bahwa Anies tidak akan menjadi capres jika Prabowo menjadi capres.
Anies menjawab bahwa saat dia menjadi calon gubernur Jakarta dalam Pilgub Jakarta 2017, ia sudah bertekad untuk menyelesaikan pemerintahannya selama lima tahun.
Artinya, dia akan tetap fokus menjalankan tugas sebagai gubernur Jakarta sampai tahun 2022 dan tidak akan meninggalkan jabatan tersebut sebelum masa tugasnya habis.
Bahkan saat debat calon gubernur, Anies pernah ditanya panelis apakah dia akan ikut Pilpres 2019 jika terpilih menjadi gubernur Jakarta.
Anies menegaskan bahwa dia akan fokus di Jakarta selama lima tahun dan tidak akan terlibat dalam pemilihan presiden.
Karena janji politik yang sudah dibuat selama pilkada, Anies tidak ikut serta dalam pemilihan presiden 2019 seperti Jokowi. Meskipun pada tahun 2018, Anies pernah diajak oleh Prabowo untuk menjadi cawapres pasangan Prabowo.
Namun, Anies menolak karena sudah memiliki janji untuk menyelesaikan tugas sebagai gubernur Jakarta selama lima tahun.
Anies menegaskan bahwa janji politik yang dibuat kepada warga Jakarta, seperti kontrak politik dengan masyarakat miskin kota, Kampung Aquarium, dan masyarakat kaki lima adalah alasan utama mengapa dia menolak untuk menjadi cawapres Prabowo.
Ia tidak ingin meninggalkan janji politik tersebut dan menghapus keyakinan warga Jakarta dalam proses demokrasi.
(red)












