ASN Kemenag Banyuwangi Gelar Buka Puasa Bersama dengan Nuansa Pesantren
Banyuwangi – indonetizen id | Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menggelar buka puasa bersama yang sarat makna pada Senin (17/3/2025). Beralas daun pisang, mereka menikmati hidangan sederhana berupa terong bakar dan ikan asin, menghadirkan kembali suasana kebersamaan ala pesantren.
Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi serta menumbuhkan nilai kebersamaan di lingkungan Kemenag Banyuwangi. Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga bentuk penguatan persaudaraan. “Dulu, di pesantren, kami makan bersama seperti ini. Tak ada kemewahan, hanya kebersamaan yang menguatkan hati. Makanan sederhana ini bukan sekadar hidangan, tetapi simbol kesejatian persaudaraan,” ungkapnya.

Menariknya, buka puasa ini tidak hanya dihadiri oleh ASN muslim, tetapi juga ASN non-muslim. Kehadiran mereka mencerminkan nilai inklusivitas dan harmoni antarumat beragama, di mana mereka berbincang dan berbagi dalam suasana penuh keakraban.

Sebelum berbuka, acara diawali dengan khataman Al-Qur’an yang berlangsung sejak pagi. Ratusan ASN, guru madrasah swasta, guru Pendidikan Agama Islam, serta siswa madrasah di berbagai tempat turut berpartisipasi. Total khataman mencapai 1.446 kali, menunjukkan semangat religius yang tinggi di lingkungan Kemenag Banyuwangi.

Ketika azan magrib berkumandang, para peserta menikmati hidangan dengan penuh syukur. Tidak ada piring mewah atau sendok, hanya tangan-tangan yang saling meraih dan berbagi. Kebersamaan ini menjadi pengingat bahwa esensi berbuka puasa bukan terletak pada hidangan yang disajikan, tetapi pada ketulusan hati dalam berbagi dan menjalin persaudaraan.

Dengan suasana yang khidmat dan penuh kehangatan, acara buka puasa ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Nilai-nilai kesederhanaan dan kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan ini menjadi pelajaran berharga, bahwa solidaritas dan persaudaraan sejati tidak membutuhkan kemewahan, melainkan keikhlasan yang tulus.












