Boros Anggaran Tapi Hasil Bobrok, Pavingisasi Desa Gendingan Tidak Sesuai Spesifikasi

Indonetizen.id, Tulungagung – Proyek pembangunan paving di Dusun Pucang Songo, Desa Gendingan, kini menuai sorotan karena tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan. Pembangunan ini menggunakan anggaran dana desa tahun 2022 senilai 168 juta rupiah.

Kepala Desa Gendingan, Mohamad Miftachul Arifin, mengungkapkan bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh tukang dari desa setempat. “Saya sudah memberikan instruksi agar urukan pasir tidak terlalu tebal. Namun, instruksi saya diabaikan, dan bahkan di beberapa bagian tebalnya sampai 30 cm di bawah paving,” kata Arifin kepada awak media pada Jumat, (16/05/2024). ” Bahkan saat saya mengawasi dan memberikan instruksi, tukangnya malah menyuruh saya pulang duduk manis dirumah dan mengatakan bahwa yang penting hasilnya bagus” tambahnya.

Namun, hasil akhir dari proyek ini justru jauh dari harapan. Paving yang dibangun kini sudah rusak berat. Bahkan, menurut Arifin, pernah terjadi insiden truk terguling saat melewati jalan tersebut karena kondisi paving yang tidak kuat menahan beban.

Kepala Pengawasan Mercu Sosial Impact, Mulyadi, ST., saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Rabu, (22/05/2024), menjelaskan bahwa kesalahan dalam metode pelaksanaan tidak hanya menyebabkan kerusakan tetapi juga pembengkakan anggaran. “Urukan pasir yang seharusnya cukup setebal 5 cm ditambah menjadi 30 cm. Ini jelas menurut perhitungan secara teknis membuat paving mudah amblas dan tidak kuat,” ujar Mulyadi.

” Kasus ini menambah daftar panjang proyek infrastruktur yang tidak berjalan sesuai dengan standar teknis, sehingga mengakibatkan pemborosan anggaran dan hasil yang tidak memuaskan. Inspektorat diharapkan segera mengambil langkah tegas untuk menyikapi masalah ini ” tambah Mulyadi.

Disinggung terkait pemborosan itu masuk kategori mark up atau bukan Mulyadi mengatakan” yang jelas itu mengakibatkan membengkaknya anggaran, dan bisa saja itu memang disengaja oleh kepala desa untuk mengambil keuntungan pribadi tapi tukangnya yang dijadikan kambing hitam. Karena melihat kesalahan didepan mata tapi dibiarkan ” tegasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan