Geger Roti Berjamur Program MBG Banyuwangi: Keselamatan Anak Dikorbankan, Siapa Dalang Kelalaian Fatal Ini?

Geger Roti Berjamur Program MBG Banyuwangi: Keselamatan Anak Dikorbankan, Siapa Dalang Kelalaian Fatal Ini?

BANYUWANGI-INDONETIZEN|
Insiden fatal ini mencuat berdasarkan Surat Pernyataan Kesaksian yang dibuat oleh salah satu wali murid, Angela Ike Fernia, dari salah satu sekolah TK di kecamatan bangorejo, banyuwangi, pada 16 November 2025.

Kesaksian tersebut menyebutkan bahwa pada Sabtu, 15 November 2025, putrinya, menerima menu tambahan MBG berupa roti/bun dengan topping.

Saat diperiksa, wali murid tersebut MENEMUKAN DAN MENYAKSIKAN secara langsung adanya JAMUR pada bagian kulit bawah roti yang dibagikan.

Ini bukan lagi sekadar kelalaian, melainkan bukti KEGAGALAN SISTEMATIS dalam Quality Control (QC) yang membahayakan nyawa anak-anak!

Fokus utama sorotan publik diarahkan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Di mana fungsi Ahli Gizi dan Kepala Dapur? Mengapa cacat visual sejelas jamur bisa lolos dari meja dapur hingga ke tangan siswa? Kegagalan ini menunjukkan longgarnya SOP yang patut dipertanyakan!

Dinas Kesehatan Banyuwangi tidak boleh hanya diam! Wajib hukumnya segera lakukan SIDAK MENDADAK ke fasilitas SPPG dan gudang Pemasok untuk audit higienitas total. Jenis jamur harus diidentifikasi di lab untuk mengukur potensi keracunan.

Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi dituntut segera meninjau ulang dan MEMUTUSKAN KONTRAK dengan SPPG terkait. Kualitas kesehatan anak sekolah adalah prioritas utama, bukan negosiasi.

Kasus ini harus diproses sebagai KELALAIAN BERAT yang berpotensi pidana. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi didesak untuk menunjukkan integritas sebelum kepercayaan masyarakat terhadap program MBG ini HANCUR TOTAL!

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang kredibel dari SPPG, termasuk dari Kepala Dapur, mengenai prosedur pengecekan dan pertanggungjawaban atas insiden memalukan ini. [Team Indonetizen]

Tinggalkan Balasan