Hendak Klarifikasi Terkait Dugaan Pungli, 2 Wartawan Disodori Amplop Berisi Sejumlah Uang

Indonetizen.id, Blitar – Awak media dari Redaksi indonetizen.id melakukan kunjungan ke SMAN 1 Garum, Kabupaten Blitar, pada Jum’at (08/09/2023) untuk mencari informasi terkait keluhan walimurid terhadap biaya pendidikan yang disebut cukup mahal. Namun, apa yang terjadi selama kunjungan ini sangat mengejutkan.

Kepala sekolah, yang menjadi sosok yang diharapkan untuk memberikan penjelasan terkait keluhan tersebut, tidak dapat ditemui. Alasan yang diberikan adalah adanya kegiatan koordinasi. Sebagai gantinya, kepala sekolah diwakilkan oleh Wafiq, yang menjabat sebagai humas sekolah.

Ketika awak media mencoba berkomunikasi dengan Wafiq, mereka mendapati bahwa komunikasi tidak berjalan dengan lancar. Tanpa penjelasan yang jelas, Wafiq langsung memberikan dua amplop yang berisi uang kepada awak media.

Kejadian ini langsung menuai reaksi negatif dari salah satu anggota media, Farid, yang merasa sangat kecewa. Farid menyatakan, “Kami sangat menyayangkan tindakan dari pihak SMAN 1 Garum. Kami belum sempat berkomunikasi dengan baik, tiba-tiba kami disuruh absen, lalu kami diberi amplop yang berisi uang.”

Farid juga menambahkan, “Kami meyakini bahwa SMAN 1 Garum kuat diduga telah menyelewengkan anggaran pendidikan dan ada dugaan praktik pungutan liar. Pasalnya, ketika kami datang untuk mencari informasi, kami langsung diberi amplop berisi uang tanpa penjelasan yang memadai.”

Peristiwa ini tentu menimbulkan pertanyaan besar terkait transparansi dan akuntabilitas di SMAN 1 Garum. Apakah amplop tersebut merupakan bentuk pungutan liar atau ada alasan lain di balik pemberian uang kepada awak media, masih menjadi misteri yang perlu diungkap. indonetizen.id akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan mencari kejelasan terkait perimbangan berita yang diinginkan walimurid. (Relly)

Tinggalkan Balasan