Indonetizen.id, Banyuwangi – Hari ini, Desa Bayu mengalami kejutan besar dalam pemilihan kepala desa yang digelar serentak pada Rabu (25/09/2023) di 15 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Empat calon bersaing sengit untuk memperebutkan jabatan kepala desa. Hasil pemilihan yang cukup mengejutkan mengungkapkan bahwa perempuan pertama, Yulia Herlina, berhasil memenangkan pemilihan dengan suara terbanyak.
Dalam hasil perolehan suara dari TPS 1 hingga 15, Yulia Herlina yang mengambil nomor urut 4 meraih suara terbersih sebanyak 2.177, mengungguli pesaing-pesaingnya dengan perolehan suara yang signifikan. Peserta lainnya adalah Mugiyarso (nomor urut 1) dengan 659 suara, Bagus Purwanto (nomor urut 2) dengan 215 suara, dan Sugito (nomor urut 3) dengan 1.233 suara.
Yulia Herlina, akrab dipanggil Lilik, sekarang akan memimpin Desa Bayu mulai tahun 2024 hingga 2028. Keberhasilannya merupakan momen bersejarah karena Lilik adalah calon kepala desa perempuan pertama di desa ini. Sebelumnya, mayoritas calon kepala desa selalu didominasi oleh laki-laki.

Lilik Herlina adalah putri dari mantan kepala desa, Pak Matno Hadi. Dengan dukungan dari keluarga dan masyarakat Desa Bayu, Lilik mengucapkan terima kasih atas restu dan dukungan yang diterimanya.
Dalam pernyataannya, Lilik menekankan pentingnya menghormati kedua jenis kelamin dan meresapi makna persatuan dalam perjuangan ini. Dia berbicara dengan rendah hati, tanpa mengeluarkan ajakan kampanye atau retorika politik yang berlebihan.
“Kalah dan menang adalah konsekwensi dari sebuah kompetisi, semua pasti ingin menang. Kalau gagal atau kalah itu memang resiko dari sebuah perjuangan yang harus diterima. Yang penting saya punya niatan baik dan dapat restu orang tua untuk Desa Bayu dan saya ikhtiari niatan baik saya ini, selebihnya saya serahkan pada masyarakat Bayu dan tentu finalnya ada pada kuasa dan kehendak Allah Swt,” kata Lilik dengan penuh keyakinan.
Keberhasilan Yulia Herlina, atau Lilik, dalam pemilihan ini menciptakan sejarah baru untuk Desa Bayu, dan masyarakat sangat menantikan masa kepemimpinannya yang baru. (Saehul)












