Lembaga Diskusi Kajian Sosial (LDKS) PIJAR Desak Bupati Banyuwangi Angkat Bicara Terkait Pernyataan Hasto Kristiyanto DPP PDI-P
Banyuwangi – indonetizen.id | Lembaga Diskusi Kajian Sosial (LDKS) Pilar Jaringan Aspirasi Rakyat (PIJAR) mendesak agar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani segera angkat bicara mengenai pernyataan dari Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal (SEKJEN) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
Pasalnya dalam pemberitaan itu, Hasto mengatakan jika Bupati Banyuwangi diintimidasi dengan cara diperiksa oleh polisi selama 6 jam. Dan informasi tersebut ia terima dari Abdullah Azwar Anas Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN-RB) yang merupakan suami dari Ipuk Fiestiandani.
“Yang menyampaikan ke media saja sekelas SEKJEN DPP PARPOL, berarti permasalahan yang di hadapi oleh Ipuk sangat urgent,” Kata Bondan Madani, Ketua Umum LDKS PIJAR, Kamis, 18 April 2024.
Masih menurut Bondan, pernyataan Hasto bahwa Bupati Banyuwangi diintimidasi dengan cara diperiksa oleh polisi selama 6 jam menjadi tanda tanya besar. Apalagi beliau menyampaikan jika polisi yang memeriksa Ipuk mengakui bahwa pemeriksaan tersebut terkait dengan politik.
“Anehnya sang suami yaitu Abdullah Azwar Anas ketika ditanya awak media, enggan untuk menjawab atau berkomentar. Padahal menurut SEKJEN DPP PDI-P, Anas sendirilsh yang mengadu kepada Hasto ketika istri diintimidasi oleh polisi ketika momen lebaran,” Ucap Bondan.
Lebih lanjut Bondan menjelaskan, jika memang benar adanya intimidasi dari polisi dan pemeriksaan dirinya ditengarai unsur politik. Seharusnya baik Anas maupun Ipuk angkat bicara terkait pemberitaan ini, jangan hanya melaporkan kepada atasannya saja. Sehingga muncul opini jika di Indonesia supremasi hukum dilemahkan oleh kepentingan politik tertentu.
“Baru diperiksa 6 jam sudah berkata adanya intimidasi dan unsur politik. Terus bagaimana dengan kasus yang menimpa anak buahnya yaitu Nafiul Huda yang sampai berjalan satu tahun enam bulan tidak ada tindak lanjut. Bukannya itu yang ditengarai adanya unsur politik dan upaya perlindungan hukum terhadap si tersangka,” Urainya.
“Dan kami yakin pihak kepolisian menjalankan tugasnya sesuai dengan prosedur. Jika memang ada intimidasi dan unsur politik terhadap pemeriksaan Bupati Banyuwangi pasti masyarakat di sini tak akan tinggal diam. Maka kami meminta kepada Ipuk Fiestiandani untuk segera angkat bicara mengenai pemberitaan ini, Pungkasnya.












