Nilainya Sungguh Fantastis!! Dugaan Adanya Mark Up di Pembangunan Wisata Cafe Sawah dan Pembagunan Jalan Rabat Beton Desa Keboireng

Indonetizen.id, Tulungagung – Dana Desa adalah dana untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah desa Keboireng menganggarkan untuk tempat pariwisata senilai 1,4 milyar lebih dan hasilnya mangkrak tak dapat di nikmati oleh masyarakat karena belum ada satu tahun sudah hancur dan rusak berat.

Dari tahun 2020 hingga tahun 2023, Desa Keboireng melaksanakan pembangunan pariwisata dengan nama Cafe Sawah, berikut rincian anggarannya , di tahun 2020 menganggarkan urug tanah atau pasar wisata senilai Rp. 88.297.100, pada tahun 2021. menganggarkan Untuk Sarana dan prasarana pariwisata milik desa atau wisata Cafe Sawah Rp. 336.362.000 dan di tahun yang sama menganggarkan uruk tanah kios milik desa atau wisata sawah Rp. 207.214.200, lanjut di tahun 2022. menganggarkan sarana dan prasarana wisata milik desa atau pembangunan Cafe Sawah senilai Rp. 180.000.000. Pada tahun 2023 Desa Keboireng masih menganggarkan pembangunan kios milik desa yang tempat di area pariwisata Cafe Sawah senilai Rp. 610.000.000.
Total anggaran yang di habiskan untuk pembangunan tempat pariwisata yang mangkrak itu senilai Rp. 1.421.815.300,

Ketua pengawasan Mercu Sosial Impact, Mulyadi, ST. yang juga ikut aktif melakukan investigasi di desa Keboireng sangat menyayangkan kejadian tersebut ” Sayang sekali ya anggaran 1,4 milyar lebih itu harus terbuang begitu saja. Harusnya Kepala desa itu cara berfikirnya lebih mengutamakan kesejahteraan masyarakatnya , kalau merencanakan pembangunan ya harus di pikir dampak positif dan negatifnya, itu bisa juga di duga Kepala desa mengejar keuntungan dalam pelaksanaan pembangunan pariwisata tersebut ” tutur mas Adi.

Ketika di konfirmasi terkait pembangunan kios milik desa tersebut Supirin Kepala desa kelihatan bingung ” setahu saya tidak ada pembangunan kios milik desa mas ” jawabnya.
Akan tetapi akhirnya Supirin memanggil operator untuk menanyakan kejelasan perihal pembangunan kios desa tersebut karena tercantum dalam LPJ desa Keboireng pada tahun 2023. Ternyata menurut keterangan operator, pembangunan kios milik desa tersebut tempatnya juga di area pariwisata desa Keboireng.

Pada tahun 2024 Desa Keboireng menganggarkan Pembangunan jalan rabat di RT 08 RW 02 senilai Rp. 345.164.000, menurut TPK yang mengaku bernama Soni volume rabat tersebut ukuran panjangnya adalah 256m dengan lebar 4m dan ketebalan 0,15 sedangkan sambungannya adalah panjang 161m , lebar 0,12.5. Sehingga total volumenya 203m3.

Dalam perihal ini mas Adi mengatakan ” berarti itu harga betonnya mencapai seharga Rp.1.692.710 /m3, wah kalau saya mendapat borongan beton seharga itu bisa cepat kaya saya mas” kelakarnya.


” Itu masih belum kita cek mutu betonnya sudah sesuai standart atau belum, kalau kita kita cek bener bisa saja lebih parah nih” imbuh mas Adi.

Lanjut Mulyadi” kalau sesuai dengan Standart Harga Satuan Beton K175 – K 225 di Kabupaten Tulungagung itu hanya sekitar 900.000 – 1.000.000 /m3. Jadi saya semakin yakin kalau telah terjadi Mark Up pada pembangunan jalan rabat beton di desa Keboireng ini. Dan perlu saya tambahkan disini bahwa ini anggaran yang cukup besar, seharusnya APH cukup tanggap dengan adanya permasalahan ini” ungkap mas Adi. ( Hendrik )

Tinggalkan Balasan