Penyuluh Agama Islam P3K Banyuwangi Gelar Pertemuan Nonformal untuk Sosialisasikan Strategi BRUS

Penyuluh Agama Islam P3K Banyuwangi Gelar Pertemuan Nonformal untuk Sosialisasikan Strategi BRUS

Banyuwangi – indonetizen.id | Penyuluh Agama Islam P3K Banyuwangi Gelar Pertemuan Nonformal Sambil Sosialisasikan Strategi BRUS sebagai Upaya Pendewasaan Usia Perkawinan

Banyuwangi, 2 Agustus 2025 — Sebuah forum pertemuan informal digelar oleh para Penyuluh Agama Islam Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Kabupaten Banyuwangi angkatan 2023 di kawasan wisata Gerbang Raung, Kecamatan Sempu. Kegiatan ini tidak berlangsung dalam kerangka formal kelembagaan, melainkan merupakan inisiatif swadaya yang rutin dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan solidaritas sesama penyuluh.

Pertemuan yang berlangsung di ruang terbuka ini menjadi wadah refleksi kolektif dan berbagi praktik baik antarpenyuluh, sekaligus menjadi ajang diseminasi materi kebijakan yang relevan dengan tugas mereka di tingkat akar rumput. Salah satu agenda penting dalam pertemuan kali ini adalah penyampaian materi terkait Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sebagai pendekatan preventif dalam program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP).

Materi tersebut disampaikan oleh Badruddin Kamal, salah satu penyuluh yang baru saja mengikuti pelatihan nasional BRUS di Jakarta. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya integrasi pendekatan edukatif yang dialogis dan partisipatif dalam mendampingi remaja usia sekolah. Menurutnya, pernikahan usia dini sering kali bukan hanya disebabkan oleh faktor ekonomi atau budaya, melainkan juga karena minimnya akses remaja terhadap informasi yang memadai mengenai kesiapan perkawinan.

> “BRUS hadir sebagai intervensi strategis yang diarahkan untuk membekali remaja dengan pemahaman holistik tentang kesiapan menikah, mulai dari aspek biologis, psikologis, hingga sosial,” ungkap Badruddin Kamal di hadapan rekan-rekannya.

 

Ia menjelaskan bahwa dalam pelatihan BRUS, peserta dibekali dengan metodologi yang ramah remaja, seperti penggunaan media visual, permainan edukatif, serta simulasi berbasis kasus. Tujuannya adalah menciptakan ruang aman dan nyaman bagi remaja untuk berdialog secara terbuka tentang tantangan dan risiko kehidupan pernikahan di usia muda.

Program BRUS sendiri merupakan bagian dari program prioritas Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama Republik Indonesia dalam mendukung pencapaian target penurunan angka pernikahan anak sebagaimana tercantum dalam Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak (Stranas PPA). Penyuluh agama sebagai ujung tombak layanan keagamaan di masyarakat memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan pesan-pesan PUP dalam setiap lini pembinaan keagamaan, baik melalui majelis taklim, sekolah, madrasah, maupun pesantren.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang berbagi ilmu, tetapi juga memperkuat relasi sosial dan emosi di antara para penyuluh. Tanpa tata acara formal, kegiatan ditutup dengan jamuan sederhana secara potluck yang dibawa masing-masing peserta. Format ini menjadi simbol kebersamaan dan kolektivitas yang tumbuh dari kesamaan pengalaman dan perjuangan para penyuluh, dari masa non-PNS hingga diangkat sebagai ASN P3K.

> “Esensi profesionalisme tidak selalu lahir dari seminar resmi atau pelatihan berbiaya besar. Justru dari forum seperti ini, ilmu dapat mengalir secara alami dan membumi,” ujar Dalilatus Saadah, salah satu peserta kegiatan.

 

Studi-studi sebelumnya menunjukkan bahwa pendekatan informal dan berbasis komunitas dalam peningkatan kapasitas penyuluh dapat meningkatkan efektivitas transformasi sosial di tingkat masyarakat (lihat: Kustini & Haryanto, 2022; Amin & Saifuddin, 2023). Dalam konteks ini, pertemuan santai di Gerbang Raung tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah transfer pengetahuan dan penguatan praksis penyuluhan berbasis nilai.

Dengan demikian, pertemuan nonformal ini dapat dipandang sebagai model alternatif pelatihan berbasis partisipasi yang relevan dalam kerangka pembangunan sumber daya manusia keagamaan. Ke depan, pendekatan semacam ini perlu didokumentasikan dan direplikasi dalam konteks lain untuk memperluas dampak dan daya jangkau penyuluh di tingkat lokal.

 

Tinggalkan Balasan