Politik Balas Jasa ala Penguasa

Politik Balas Jasa ala Penguasa

BANYUWANGI – indonetizen.id | Tidak lebih dari politik adalah kemanusiaan. Politik adalah salah satu cara yang tepat untuk memperjuangkan keberlangsungan rakyat di masa depan. Terjun dalam dunia politik praktis, berarti harus siap dengan segala konsekuensi, termasuk dihujat sana sini.

Dalam demokrasi pilihan langsung, rakyat diberikan kebebasan untuk menentukan pilihan. Setiap suara, tentu ada harganya. Setiap satu suara sangatlah menentukan hajat hidup mereka. Pilihan tepat, bisa berdampak baik bagi kelangsungan mereka. Sebaliknya, njleketek pilihan kliru, semuanya kena dampak ruginya.

Perkembangan dunia modern yang kian masif, peta politik selalu berubah-ubah. Yang semula menjadi kawan, pada lain waktu, bisa menjadi lawan. Pun sebaliknya! Politik sangat dinamis, tergantung aroma. Jika kepentingan seirama, berarti berjalan berbarengan menuai tujuan yang sama pula.

Sangatlah wajar jika seorang yang terpilih atas hasil pilihan politik yang utama adalah memikirkan nasib rakyat. Entah itu pilihan Presiden, Gubernur, Bupati, Walikota, DPR, dan sebagainya. Bagi mereka yang melenggang, otomatis ada peran dari orang-orang dari berbagai kalangan, baik personal, kelompok ataupun golongan.

Mereka yang sukses mengantarkan jagonya, minimal memiliki perasaan puas sekaligus bangga atas capaiannya. Harapan, bisa membawa implikasi positif ke depannya. Secara personal misalnya, ada yang berharap mendapatkan posisi sesuai kapasitasnya.

Sesuai predikatnya, tim sukses adalah orang orang yang sukses. Jangan sampai, menjadi tim sukses justru merana di akhir cerita. Sudah banyak sekali contoh, tim sukses yang tidak sukses. Namun, juga tidak sedikit tim sukses benar benar sukses penghidupannya dengan segala lika -likunya.

Tim sukses atau sebutan lainnya adalah relawan. Para relawan ini mati-matian memperjuangkan nasib jagonya supaya melenggang. Kategori relawan juga banyak jenisnya. Ada yang menggunakan investasi anggaran juga ada yang dengan modal gerakan, agitasi hingga propaganda, baik jalur darat dan udara.

Dari ragam kategori tersebut menunjukkan bahwa kehadiran tim sukses sangat vital. Perang dagang sekalian promo, perang opini dan hingga perang urat saraf. Menjadi tim sukses tidak mudah. Harus siap menjadi tameng dan pagar hidup untuk melindungi jagoannya. Oleh sebab itu, bukan rahasia umum jika ada istilah politik balas jasa untuk relawan yang notabene betul betul rela berkorban, bukan sebatas abu-abu dan cari aman.

Adalah umum ketika sang jago duduk di singgasana untuk merawat alias ngerumat jaringannya. Misalnya, wakil rakyat yang perlu merawat pasukannya. Bisa sentuhan silaturahmi atau dalam bentuk memberdayakan konstituennya berupa program program yang bermanfaat. Sehingga tetap muncul kepercayaan cetar membahana.

Di level pusat pun, misalnya; kalangan yang terlibat dalam pemenangan Prabowo – Gibran jelas mendapatkan job sesuai kapasitas personal tim sukses. Didapuk menteri, jadi komisaris perusahaan, duta besar, dan sebagainya. Lantas bagaimana sikap terhadap rival oposisi? Tentu saja, bersikap sewajarnya dalam rangka mewujudkan harmoni Bineka Tunggal Ika, Indonesia Raya.

Skala gubernur maupun bupati / walikota pun tampaknya serupa. Mereka yang dinilai gigih dalam berpartisipasi kemenangan, tentu akan mendapatkan tempat di hati pemimpinnya Percayalah, mereka yang sudah duduk di kursi sofa tetap memperhatikan orang orang di sekelilingnya.

Jika terlewat alias lupa, perlu disapa mungkin karena jauh di sana. Cara menyapa pun ternyata beragam cara. Ada yang pola diskusi aspirasi, bisik bisik kanan – kiri, juga ada dengan pola surat terbuka. Ini adalah bentuk cinta, kasih sayang dan pengorbanan.

Percayalah, bahwa tugas penguasa adalah mengatur sedemikian rupa agar seluruh pasukan di dalamnya merasa nyaman, bahagia, damai dan sejahtera. Selain itu, memberikan pelayanan terbaik bagi warganya. Seperti dicontohkan bupati kita, Ipuk Fiestiandani dengan gagasan Banyuwangi Melayani. Urai masalah hadirkan solusi. Ada kendala urusan izin bangunan (PBG, SLF, KKPR) hubungi kami Dinas PU CKPP berikut dipampang nomor telepon pejabatnya. Ini intinya!

Ali Nurfatoni
Ketua Rumah Analisis Kebijakan Publik Kab. Banyuwangi
.

Tinggalkan Balasan