Ramadhan 1445 Hijriah Pemkab Banyuwangi adakan Lomba Patrol dan Kuntulan 2024

Ramadhan 1445 Hijriah Pemkab Banyuwangi adakan Lomba Patrol dan Kuntulan 2024

BANYUWANGI – indonetizen.id | Musik Patrol merupakan salah satu kesenian tradisi yang telah lama berkembang di Banyuwangi. Saat bulan Ramadan tiba, patrol atau ronda sambil membawa beberapa alat musik yang terbuat dari bambu, sering dilakukan warga untuk membangunkan orang-orang saat sahur.

Di bulan Suci Ramadhan 1445 Hijriyah, Untuk melestarikan tradisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Festival Patrol. Festival patrol yang dilangsungkan pada 25 Maret 2024, resmi dibuka Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, di lapangan parkir depan Stadion Diponegoro,pada pukul 21.00 Wib.

Pembukaan festival patrol berlangsung lancar dan semarak. Walau pun hujan mengguyur malam cukup dingin, warga tetap antusias membanjiri lokasi tersebut.

Tampak pula di tengah undangan, Polresta Banyuwangi, Lanal Banyuwangi, dan Kodim 0825 Banyuwangi, Ketua DPRD Made Cahyana Negare dan beberapa anggotanya, serta para kepala SKPD. Mereka terlihat lebur di tengah penonton. Selain itu juga terlihat beberapa wisatawan asing yang tampak begitu menikmati pertunjukan tersebut bersama anggota keluarganya.

Pembukaan ini ditandai dengan pemukulan alat musik terothok oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Dilanjutkan dengan penampilan para peserta patrol yang membawakan alunan musik patrol yang sangat indah dan menghibur para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

Bupati Ipuk mengatakan festival patrol sengaja digelar untuk menghidupkan kembali tradisi lama yang saat ini sudah mulai tergeser. Menurutnya, patrol adalah tradisi unik karena hanya bisa dijumpai saat bulan Ramadhan. “Patrol adalah tradisi kebersamaan yang harus kita lestarikan. Tradisi ini tidak hanya membangunkan orang untuk makan sahur, tapi juga menjaga keamanan lingkungan. Melalui festival semacam ini, kita coba membangkitkan kembali tradisi lama yang sudah mulai ditinggalkan masyarakat,” kata Ipuk.

Festival patrol ini, imbuh Ipuk, juga melibatkan para budayawan sebagai kurator. Di samping juga melibatkan seniman-seniman muda yang pandai mengemas patrol menjadi sesuatu yang berbeda. Dengan memasukkan patrol ke dalam Banyuwangi Festival ini, akan mendorong agar komunitas yang tumbuh punya panggung yang lebih luas untuk menampilkan kreativitasnya,” ujar Ipuk.

Lomba tersebut telah menjalani penilaian dan sleksi melalui vidio yang di buat oleh para peserta lomba sejak awal ramadhan, setelah penilaian team juri memutuskan, ada 5 kecamatan yang masuk dalam final lomba patrol dan kuntulan diantaranya, kecamatan Banyuwangi Kota, Glagah, Cluring, Blimbingsari, Singonjuruh.

Salah satu peserta merasa bangga tampil dalam acara lomba patrol dan kuntulan ini, Ia mengatakan walau hujan badai tidak akan menyusutkan semangat untuk tampil dalam festival yang di selenggarakan pemkab Banyuwangi. “Kalah Menang Tak Jadi Masalah” terpenting sudah sudah memberikan penampilkan sebaik mungkin di depan dewan juri dan Bupati Banyuwangi, ujarnya.
(Marta)

Tinggalkan Balasan