Rapat Teknis Sukses, Panitia Kemah Moderasi Beragama II Kemenag Banyuwangi Siap Gelar Kegiatan

Rapat Teknis Sukses, Panitia Kemah Moderasi Beragama II Kemenag Banyuwangi Siap Gelar Kegiatan

Banyuwangi – indonetizen.id | Panitia pelaksana Kemah Moderasi Beragama (Morama) II Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi sukses menyelenggarakan rapat teknis (Technical Meeting) pada Jumat, 4 Oktober 2024, di aula bawah Kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi. Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Morama II, Ali Makhrus Efendi, dan dihadiri oleh para pendamping peserta dari berbagai tingkatan pramuka, mulai dari pra siaga, siaga, penggalang, hingga penegak.

Dalam rapat tersebut, sejumlah keputusan penting berhasil disepakati. Salah satunya adalah mengenai penyelenggaraan Morama II yang akan berlangsung di Bumi Perkemahan Jeongmara, Kecamatan Songgon, pada tanggal 11 hingga 13 Oktober 2024. Morama II tahun ini diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 1.800 peserta dari berbagai satuan gerakan pramuka serta pemuda lintas agama di Kabupaten Banyuwangi.

Tidak hanya membahas hal-hal teknis terkait pelaksanaan kemah, rapat juga menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai media untuk memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di kalangan generasi muda. Ali Makhrus Efendi dalam sambutannya menegaskan bahwa Morama II tidak sekadar menjadi ajang perkemahan, tetapi juga sebagai wadah bagi generasi muda untuk belajar dan mengamalkan prinsip toleransi, saling menghargai, dan menghormati perbedaan.

“Morama II bertujuan untuk membentuk generasi muda yang berjiwa toleran dan moderat, sesuai dengan semangat Kebhinekaan yang kita junjung tinggi di Indonesia,” ujar Ali Makhrus Efendi.

Rapat ini juga menyoroti pelaksanaan upacara penutupan yang akan diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada peserta yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam mempromosikan moderasi beragama. Penghargaan tersebut akan diberikan dalam bentuk penobatan Duta Moderasi Beragama, yang diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.

Dengan persiapan matang yang sudah dilakukan oleh panitia, Morama II diharapkan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga membawa dampak positif dalam membangun semangat persatuan dan kebersamaan di antara generasi muda dari berbagai latar belakang agama di Banyuwangi. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk semakin menguatkan harmonisasi di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pemuda.

Morama II diharapkan menjadi simbol bahwa moderasi beragama adalah kunci utama dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan di tengah perbedaan yang ada di masyarakat Banyuwangi.

Tinggalkan Balasan