Statistik Persewangi, Irit Gol Di Lini Serang, Kokoh di Jantung Pertahanan

Statistik Persewangi, Irit Gol Di Lini Serang, Kokoh di Jantung Pertahanan

BANYUWANGI – indonetizen.id | Persewangi kembali menjadi tuan rumah dalam kompetisi Liga 4 PSSI Jawa timur. Tergabung dalam grup NN, tim berjuluk Laskar Blambangan itu akan bersaing dengan Sang Maestro FC, Persema Malang dan Inter Kediri pada babak 8 besar yang digeber tanggal 11 Februari nanti.
Kans lolos ke semifinal memang tidak mudah bagi Persewangi. Sebab, tim lawan yang bakal dihadapi nanti memiliki rekam jejak yang ciamik pada babak-babak sebelumnya. Statistik tim tamu yang ditorehkan menjadi ancaman serius bagi Persewangi.

Sang Maestro FC misalnya. Tim asal Surabaya ini menorehkan rekor yang moncer. Dalam sembilan pertandingan, mereka sukses melesakkan 26 gol dan hanya sekali kebobolan. Bukan hanya itu, dalam sembilan laga, mereka mampu menorehkan 8 kali kemenangan dan sekali seri.

Sementara itu, Persema Malang juga istimewa dengan statistik 8 kali mencatatkan kemenangan dan satu laga dengan hasil minor. Tim legendaris asal Malang itu sukses melesakkan 20 gol dan kemasukan 6 gol dari seluruh laga mulai dari fase grup, 32 besar dan 16 besar.
Pada bagian lain, Inter Kediri juga tampil oke mulai babak penyisihan hingga 16 besar. Statistik tim tersebut menorehkan 20 gol dan kebobolan 5 gol dari 9 kali pertandingan yang dilakoni. Capaiannya adalah 5 kali menang dan 4 laga berakhir seri.

Lantas bagaimana dengan Persewangi? Tim kebanggaan rakyat Banyuwangi itu memang sama sekali belum tersentuh kekalahan. Hanya saja, statistik yang diperoleh sama dengan Inter Kediri yaitu dalam 5 laga yang dimainkan diraih dengan poin maksimal dan 4 pertandingan berakhir imbang.

Persewangi juga tergolong paling minim dalam urusan mencetak gol. Dari seluruh laga yang dijalani, Anis Mujiono dkk hanya mampu melesakkan 15 gol dan kemasukan 3 gol. Dari seluruh gol yang tercipta. Posisi pemain belakang justru produktif dan menyamai rekor gol yang dicetak pemain depan. Betapa tidak, Anis Mujiono yang berposisi sebagai wing bek kiri justru sanggup melesakkan 4 gol baik melalui set piece maupun open play.

Torehan itu sama yang dicetak oleh seorang penyerang bernama Alfian Alfarid. Sementara itu, Wahyu Lutfi Bahtiar yang berposisi sebagai pemain depan juga mencetak 3 gol. Satu gol pemain Persewangi juga diciptakan oleh Ilham Maulana dengan 1 gol yang berposisi sebagai striker.

Yusuf Efendi yang notabene sebagai gelandang serang melesakkan 2 gol dan satu gol dari pemain berposisi gelandang dicetak oleh Ahmad Ramdin Tuasalamoni.
Pola permainan Persewangi bisa disebut Catenaccio ala Italia. Barisan lini Persewangi yang tangguh, selalu unggul dalam duel udara, dan bergerak cepat untuk mengantisipasi ancaman lawan.

Terbukti, kuartet bek Persewangi yang diisi Sandy, Rahmat Latif, Arya, dan Anis Mujiono selalu menjadi pilihan utama dan hanya tiga pertandingan mereka dirotasi.
Jika mampu mempertahankan dan atau terus meningkatkan kualitas bertanding, tidak menutup kemungkinan Persewangi bisa lolos dari peta persaingan. Bisa saja, Persewangi mencoba mengakomodir jogo bonito ala Brazil. Sebab, skema kick and rush ala Inggris acap kali gagal meraih juara pada turnamen besar seperti Piala Dunia.

Seperti diketahui, jogo bonito ala Brazil sukses menjuarai piala dunia 5 kali dan catenaccio ala Italia mengangkat piala bola dunia sebanyak 4 kali. Sementara Inggris hanya menjuarai sekali. Itupun terjadi pada tahun 1966.

Pada babak delapan besar nanti, Persewangi akan menghadapi ujian berat melawan Sang Maestro FC. Di fase 16 besar, Sang Maestro FC tampil sebagai juara grup KK dengan poin maksimal selalu menang. Sementara, Persewangi di tiga laga sebelumnya hanya meraih sekali menang dan dua kali imbang.

Hasil positif, tentu menjadi harapan tuan rumah di laga tersebut. Minimal, menahan imbang tim tamu di laga pertama itu juga cukup realistis bagi Persewangi. Torehan gol dari eks pemain Timnas U-19, Maldini Pali layak ditunggu. Sebab, sejauh ini pemain asal Makassar tersebut masih melempem belum mengemas gol dan kerapkali diganti pada babak kedua.

Sebagai tuan rumah, Persewangi ingin melangkah lebih jauh pada kompetisi musim ini. Persewangi hanya butuh selangkah lagi untuk lolos ke kualifikasi Nasional. Mengingat, Jawa timur mendapatkan kuota 7 tim ke pentas Nasional.

Oleh karena itu, andai tidak lolos ke semifinal pun, minimal Persewangi meraih peringkat ketiga grup sudah bisa tampil di level Nasional. Selamat!

Ali Nurfatoni, Sekretaris Forum Diskusi Dapil Se Banyuwangi

Tinggalkan Balasan