Dugaan Kolusi Kacabdin Serta Pungutan di Sekolah SMA Tulungagung Trenggalek Memicu Reaksi Beragam

Indonetizen.id, Tulungagung – Berita mengenai dugaan kolusi Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Wilayah Tulungagung dan Trenggalek   dengan media dan wartawan tertentu, serta penarikan 500 Rupiah per siswa untuk sekolah SMA dan SMK di Tulungagung-Trenggalek, telah memicu respons mengejutkan dari beberapa Kacabdin di Jawa Timur.

Salah satu Kacabdin di Jawa Timur yang ditelepon pada (5/7/2024) oleh awak media merasa terkejut dengan pemberitaan tersebut.

“Kok beraninya Kacabdin seperti itu mas, Jane wes tak eleng ne loh kapan kae (sebenarnya sudah saya ingatkan loh kapan itu),” cetus Kacabdin tersebut dengan nada heran.

Sementara itu, Kacabdin lain di Jawa Timur merespons berita yang dikirimkan via WhatsApp hanya dengan stiker emotikon menangis, tanpa memberikan komentar lebih lanjut.

Media ini juga berhasil meminta tanggapan dari seorang aktivis senior asli Tulungagung yang enggan disebutkan namanya pada 6 Juli 2024.

“Kalau menurut saya dugaan itu bisa benar  terjadi mas, karena Sindhu itu mengatasi PPDB tahun 2023 kemarin saja itu kacau menimbulkan  pro dan kontra antar media di tulungagung ,saya masih ada fotonya ada yang bawa Pamflet  bermacam macam tulisan, seakan akan demo dan ada yang mencoba meredam dengan mengambil Famplet   tersebut diserahkan kepada sindhu, masalah itu juga sampai di kementerian mas , Jadi dengan adanya berita Sampyan ini biar publik saja yang menilai,” tuturnya.

Mendapat beberapa tanggapan yang menarik ini membuat awak media  semakin bersemangat untuk menggali informasi lebih dalam dan menelusuri kasus ini hingga tuntas.

( Relly)

Tinggalkan Balasan