Gesah Ansor: Pemuda Milenial Diajak Tingkatkan Literasi untuk Masa Depan Bangsa
Banyuwangi – indonetizen.d | Kegiatan Gesah Ansor yang digelar oleh Pemuda Ansor dan Ruang Pemuda (RUPA) di Omah Ansor Bajulmati pada Minggu, 11 Agustus 2024, berhasil menarik perhatian dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Acara ini mengangkat tema “Peran Pemuda di Era Milenial” dan menampilkan Iwan Taufiq, seorang anggota komunitas RUPA yang fokus pada literasi, edukasi, dan sosial di Kecamatan Wongsorejo, sebagai pembicara utama.
Dalam pembukaannya, Sahabat Reza memaparkan hasil survei dan riset terkait minat baca di Indonesia, yang menjadi landasan diskusi tentang pentingnya peran pemuda di era milenial. Iwan Taufiq kemudian mengajak para peserta untuk lebih gemar membaca, mengingat minat baca di kalangan pemuda saat ini masih rendah. Ia menekankan bahwa kebiasaan membaca sering terkendala oleh fakta bahwa minat untuk berkomentar di media sosial lebih tinggi dibandingkan dengan minat untuk membaca.

“Minat baca para pemuda milenial bukan hanya kurang, tetapi juga terhambat oleh budaya komen yang lebih dominan,” ujar Iwan Taufiq. Menurutnya, pemuda harus memulai dari diri sendiri dengan memiliki jiwa korsa, mengedepankan kesetaraan sosial, dan secara otomatis akan membangun jiwa kepemimpinan.
Iwan Taufiq, yang akrab disapa Cak Iwan, juga menyoroti minimnya fasilitas perpustakaan yang ramah siswa di sekolah-sekolah desa, khususnya di Kecamatan Wongsorejo. Ia mengajak komunitas untuk aktif membaca buku di mana saja, dan mengkritisi perpustakaan yang hanya menyediakan buku paket dan LKS (Lembar Kerja Siswa), tanpa ada buku-buku seperti novel dan cerpen yang lebih disukai siswa.
Dalam menghadapi era digital, komunitas RUPA telah mulai beradaptasi dengan menyediakan e-book yang dapat diakses melalui link yang dibagikan kepada siswa-siswi OSIS. “Kami ingin memudahkan akses membaca bagi mereka, agar literasi tetap terjaga meskipun di era digital,” tambahnya.
Gus Arif, yang juga hadir dalam acara tersebut, menekankan pentingnya literasi untuk membuka wawasan pemuda. “Pemuda adalah generasi penerus bangsa. Dengan memperbanyak literasi, mereka bisa membangun Indonesia yang lebih baik,” ujar Gus Arif. Ia juga menekankan pentingnya peran pemuda dalam kegiatan sosial yang menyangkut kemaslahatan umat.
Gus Reza, atau Ramadhani Tahta Fareza, menambahkan bahwa membaca buku dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. “Namun, semuanya harus dimulai dari kemauan diri sendiri. Pemuda harus memiliki jiwa korsa, peduli terhadap lingkungan, dan berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan,” katanya.
Acara ini ditutup dengan candaan dan harapan besar agar para pemuda yang peduli terhadap literasi dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Wongsorejo. Pesan akhir dari acara tersebut adalah “Pemuda Untuk Desa, dari Desa Untuk Dunia,” yang menggambarkan semangat pemuda dalam berkontribusi untuk kemajuan bangsa melalui literasi dan kepedulian sosial












