Kacabdin Tulungagung dan Trenggalek Jadi Trending Topik Nasional Terkait Dugaan Kolusi dan Pungli

Indonetizen.id, Tulungagung – Sindhu Widiyabrata, Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan di Tulungagung dan Trenggalek, menjadi sorotan nasional setelah munculnya dugaan kolusi dengan oknum wartawan dan organisasi masyarakat serta pungutan liar sebesar 500 rupiah per siswa.

Berita mengenai dugaan kolusi dan pungli ini telah muncul tiga kali, semakin menguatkan dugaan keterlibatan Sindhu. Salah satu kepala sekolah SMA di Kabupaten Trenggalek membenarkan adanya tarikan tersebut.

“Tahun kemarin iya, tapi tahun ini saya absen mas, ini kan regulasi. Ketika saya ngomong tidak sesuai juklak juknis, saya tarik diri. Bahaya ini bagi kita, kita yang masuk krangkeng, mereka enak-enak merokok,” tegas kepala sekolah tersebut saat ditemui di rumahnya pada (10/7/2024).

Ia juga menambahkan bahwa pada tahun lalu, pungutan tersebut pernah dihitung mencapai angka miliaran rupiah. Pernyataan ini semakin memperkuat dugaan adanya kolusi antara Kacabdin dengan wartawan dan LSM tertentu.

Beberapa kepala sekolah yang dikonfirmasi oleh awak media juga membenarkan adanya kolusi dan tarikan 500 rupiah per siswa. Dugaan ini semakin menguat dengan banyaknya pernyataan serupa dari para kepala sekolah.

Masyarakat dan pihak-pihak terkait berharap agar Dinas Pendidikan Provinsi segera melakukan audit internal untuk menyelidiki dugaan kuat tersebut.

“Harapan kami agar pihak dinas pendidikan Provinsi melakukan audit internal dengan adanya dugaan kuat yang dilakukan oleh Sindhu,” ujar salah satu sumber.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan menjadi trending topik nasional, menunjukkan betapa pentingnya transparansi dan integritas dalam dunia pendidikan.

(Relly)

Tinggalkan Balasan