Penggiat Jajanan Sehat yang Menginspirasi dari Lingkungan Sekolah

Penggiat Jajanan Sehat yang Menginspirasi dari Lingkungan Sekolah

Gresik – indpnetizen.id | Di usia yang masih muda, Dharma Sucipto, seorang alumnus SMA 1 Driyorejo, Gresik, Jawa Timur, telah membuktikan bahwa kontribusi nyata bagi masyarakat bisa dimulai dari lingkungan terkecil. Melalui dedikasi dan kerja keras, Dharma bersama teman-temannya aktif mempromosikan jajanan sehat, yang bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan tetapi juga mendorong perubahan gaya hidup di lingkungan sekolah.

Kecintaannya pada dunia kuliner sehat berawal dari unit ekstrakurikuler Go Green Smandry (GGS), di mana Dharma terlibat dalam divisi pertanian organik. Di bawah inisiatif ini, dia dan rekan-rekannya mengelola lahan sekolah berukuran 10 x 8 meter persegi, yang biasanya ditanami tanaman umbi-umbian dan kacang-kacangan. Hasil dari tanaman organik tersebut kemudian diolah menjadi bahan baku untuk jajanan sehat dan panganan tradisional.

Tidak berhenti di situ, Dharma bersama teman-temannya berhasil mengembangkan 20 menu makanan dan minuman sehat yang mereka ciptakan secara kreatif. Menu-menu ini meliputi berbagai variasi jajanan berbahan dasar alami dan minim pengawet, seperti kudapan berbahan singkong, kacang hijau, ubi, serta minuman segar berbahan dasar alami. Tujuan utama Dharma adalah untuk memberikan pemahaman bahwa jajanan sehat dapat dibuat dengan bahan sederhana, namun tetap bergizi dan enak dikonsumsi oleh berbagai kalangan, khususnya anak-anak sekolah.

Gerakan kecil yang dimulai di SMA 1 Driyorejo ini kemudian dikenal dengan nama Small Farming Food Society, sebuah komunitas yang mengusung konsep pangan lokal sehat dengan memanfaatkan hasil pertanian organik dari lahan kecil. Dharma meyakini bahwa memulai dari hal-hal sederhana seperti bercocok tanam di lahan sempit dan menciptakan produk yang ramah lingkungan merupakan langkah nyata dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi jajanan sehat. Komunitas ini juga berupaya untuk menginspirasi sekolah-sekolah lain agar ikut terlibat dalam kampanye serupa.

Melalui Small Farming Food Society, Dharma dan timnya tak hanya ingin memperkenalkan jajanan sehat kepada teman-teman sekolah mereka, tetapi juga melakukan sosialisasi lebih luas ke sekolah-sekolah lain. Program ini mendapat respon positif dari guru, orang tua, dan siswa, yang semakin sadar akan pentingnya pola makan sehat di kalangan pelajar. Selain itu, gerakan ini juga menjadi sarana yang baik bagi Dharma untuk menunjukkan bahwa kegiatan pertanian organik dan pengolahan pangan bisa menjadi hobi produktif yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat luas.

Dharma Sucipto membuktikan bahwa keterbatasan usia dan pengalaman bukanlah penghalang untuk membuat perbedaan. Dia menekankan bahwa anak muda memiliki potensi besar dalam memberikan solusi kreatif untuk masalah sehari-hari, seperti masalah jajanan tidak sehat yang marak di kalangan anak-anak sekolah. Dengan semangatnya, Dharma berharap semakin banyak generasi muda yang terinspirasi untuk ikut serta dalam gerakan mempromosikan jajanan sehat dan gaya hidup berkelanjutan.

Dengan langkah kecil namun penuh makna ini, Dharma Sucipto membuktikan bahwa anak muda bisa menjadi agen perubahan di masyarakat, terutama dalam mempromosikan pola hidup sehat yang berkelanjutan. Kontribusinya dalam dunia kuliner sehat tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk generasi masa depan yang lebih sadar akan pentingnya kesehatan.

Tinggalkan Balasan