Indonetizen.id, Banyuwangi – Ruang tunggu pengantar dan pasien di RSUD Blambangan milik pemerintah semakin sempit akibat adanya tenant brand Roti yang baru dibuka di area tersebut. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan kenyamanan dan pelayanan di rumah sakit tersebut yang terlihat pada Senin, (16/10/2023).

Ruang tunggu pengantar dan pasien di RSUD merupakan area penting yang seharusnya memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung. Namun, dengan adanya tenant brand Roti yang berlokasi di ruang tunggu tersebut, ruangan tersebut menjadi semakin sempit dan mengakibatkan pengabaian terhadap pelayanan yang seharusnya diberikan kepada pasien dan pengantar. Ruang tunggu jadi pengab dan tidak sehat lagi udaranya.
“Dulu didepan tenant roti ini kalo gak salah digunakan untuk poli kandungan dan Bank, dibongkar untuk ruang tunggu”, ujar Joe ( 36th ) salah seorang pengantar pasien.
Lebih lanjut Joe menyampaikan “mungkin karena ruang tunggu kurang luas, makanya ruang tersebut dibongkar, lah kok sekarang dipakai tenant roti, kan sempit lagi ruang tunggunya” njlentreh Joe.
Pihak media telah mencoba mengkonfirmasi hal ini kepada Wakil Direktur RSUD Bpk A Latief lewat WhatsApp namun hingga saat ini belum ada konfirmasi yang diterima. Oleh karena itu, perlu adanya peninjauan lebih lanjut terkait kebijakan pengelolaan ruang tunggu di RSUD ini. Pelayanan yang berkualitas dan kenyamanan pasien harus tetap menjadi prioritas utama dalam menjalankan fungsi rumah sakit, bukannya bisnis yang diprioritaskan.
Diharapkan pihak RSUD segera memberikan konfirmasi dan tindakan yang diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Masyarakat berharap agar ruang tunggu di RSUD dapat kembali memberikan kenyamanan dan privasi yang layak bagi pasien dan pengantar. (Arra)












