Belum Lama Dibeli Kondisi Mobil Siaga Dusun Pasembon Jadi Pertanyaan Warga
Banyuwangi – indonetizen.id | Keberadaan mobil siaga memang sangat dibutuhkan warga desa, terutama saat ada warga yang meninggal dunia.
Seperti halnya warga dusun Pasembon desa Sambirejo kecamatan Bangorejo kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Satu unit mobil siaga merk Suzuki APV telah bisa dibeli oleh pemerintah desa Sambirejo khusus untuk warga dusun Pasembon setelah sebelumnya warga dusun Kedungagung desa Sambirejo juga sudah memiliki mobil siaga dengan merk sama yang dibeli secara swadaya oleh warganya.
Sayangnya setelah diserahterimakan oleh pemerintah desa kepada warga dusun Pasembon terdapat beberapa kekurangan mencolok yang ada di mobil siaga tersebut.
Seperti fasilitas AC yang tidak berfungsi, salahsatu kaca samping mobil rusak , sirene mati, ban serep yang velgnya berukuran berbeda dengan keempat roda lainnya serta dalam kondisi kempes.
Sehingga saat akan digunakan ketika salahsatu rodanya bocor membuat sopir kebingungan dan tidak bisa menggunakannya sehingga sampai harus meminjam mobil siaga milik dusun Kedungagung.
Seperti yang terjadi pada saat ada warga dusun Pasembon yang meninggal dunia pada hari Senin (24/2), Nur Rohman, ketua RT 06 RW 05 dusun Pasembon yang juga merupakan sopir mobil siaga dusun Pasembon terpaksa meminjam mobil siaga milik dusun Kedungagung.
“Kita terpaksa pinjam milik dusun Kedungagung karena mobil siaga dusun Pasembon bannya kempes sedangkan ban serep juga dalam kondisi tidak laik pakai,” tutur Rohman ketika ditemui dirumah duka sesaat sebelum mengantarkan jenazah kepemakaman.
Tentu saja hal itu membuat banyak warga mempertanyakan pembelian mobil siaga dusun Pasembon, walaupun diketahui mobil yang dibeli adalah mobil bekas apakah pada saat mau dibeli tidak dicek terlebih dahulu kondisinya.
“Buat apa membeli mobil baru kalau kondisinya kurang maksimal, walaupun yang dibeli mobil bekas semestinya harus benar-benar dicek agar saat dibutuhkan tidak ada kendala seperti ini,” ujar Joko, salahsatu warga dusun Pasembon yang diamini warga lainnya.












