Kopi Ramu 1966 by Umar Patek : Dari Kelam Menuju Terang, Umar Patek Hadirkan Racikan Perdamaian di Surabaya
Surabaya, 3 Juni 2025 – indonetizen.id |Di tengah atmosfer hangat dan penuh refleksi, peluncuran Kopi Ramu 1966 by Umar Patek berlangsung khidmat sekaligus menginspirasi di Hedon Estate Surabaya, Jl Ngagel Timur No. 23, Pucang Sewu. Namun kopi yang diperkenalkan hari ini bukan sekadar minuman, melainkan sebuah karya monumental—simbol rekonsiliasi, harapan, dan pilihan hidup untuk berubah.
Kopi ini diracik oleh sosok yang dulu dikenal karena masa lalunya yang kelam: Umar Patek, mantan narapidana teroris yang kini memilih menapaki jalan damai. Dalam aroma robusta dan arabika pilihan dari tanah Nusantara, terdapat cita rasa perjalanan spiritual dan transformasi batin yang mendalam.

“Kopi ini bukan hanya tentang rasa. Ini tentang perjalanan. Tentang luka yang disembuhkan, tentang kesalahan yang ditebus. Saya tidak bangga dengan masa lalu saya, tetapi saya bangga telah memilih untuk berubah,” ujar Umar Patek di hadapan para awak media.
Acara lounching dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, pemuda, pelaku UMKM, serta komunitas pecinta kopi. Tampak yang hadir diantara tamu undangan Komjen Pol Marthinus Hukom, mantan Kepala Densus 88 yang kini menjabat sebagai Kepala BNN. Yang tak kalah penting adalah hadirnya sosok pendukung utama sekaligus pemilik tempat peluncuran Kopi Ramu 1966 by Umar Patek : drg. David Andreasmito, owner Hedon Estate Surabaya, yang memberikan ruang bagi inisiatif perdamaian melalui produk kreatif.

“Kami tidak hanya melihat siapa dia di masa lalu, tetapi apa yang ingin ia bawa di masa depan. Kopi Ramu 1966 by Umar Patek ini adalah simbol pemulihan. Di Hedon Estate, kami ingin menjadi rumah bagi siapapun yang ingin berkarya dan memperbaiki diri,” ujar drg. David Andreasmito saat memberikan pernyataan resmi.
Selain penjualan offline di Hedon Estate, Kopi Ramu 1966 by Umar Patek juga akan segera tersedia secara online, dengan sebagian hasil penjualannya akan didedikasikan untuk program rehabilitasi dan pelatihan mantan narapidana kasus terorisme yang ingin membangun hidup baru.

Umar Patek berharap melalui kopi ini, ia bisa menunjukkan bahwa perubahan bukan hanya mungkin, tetapi perlu didukung oleh ekosistem yang sehat.
“Saya tidak minta dilupakan. Saya hanya ingin dikenang sebagai seseorang yang mencoba memperbaiki hidup dan memberi manfaat. Biarlah kopi ini menjadi saksi bahwa perubahan itu ada dan nyata,” tambah Umar dengan suara tenang.
Hedon Estate bukan sekadar kafe, melainkan rumah komunitas kreatif yang mendukung gerakan sosial, budaya, dan ekonomi lokal. Di tangan drg. David Andreasmito, tempat ini telah menjadi ruang ekspresi, inkubasi ide, dan peluncuran karya-karya bernilai sosial tinggi.

“Peluncuran Kopi Ramu 1966 by Umar Patek hari ini bukan hanya peluncuran sebuah produk kopi. Ia adalah pengingat bahwa setiap manusia punya kemungkinan untuk berubah, dan bahwa kami akan selalu memberi ruang bagi rekonsiliasi dan karya nyata.” Pungkas drg. David Andreasmito
Sebagaimana cita rasa kopi, kehidupan manusia tidak pernah hitam putih. Ia pahit, manis, dan terkadang getir—tetapi selalu memberi harapan dalam setiap tegukan yang jujur.












