Tujuh Indikator Sang Petahana Menangi Pilkada, Ini Ulasannya!
BANYUWANGI – indonetizen.id | Ipuk Fiestiandani berpotensi melenggang mulus kembali terpilih sebagai Bupati Banyuwangi dua periode pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 ini. Ada banyak indikator sang petahana ini kembali menduduki kursi orang nomor satu di Banyuwangi untuk periode 2024-2029.
Pertama, secara pribadi, dia termasuk perempuan yang sederhana dan tidak neka-neko. Ikhlas tulus melayani masyarakat. Sangat perhatian dan peduli kepada wong cilik. Selain itu, dia bisa merangkul semua golongan. Ketika menyampaikan statment, selalu hati-hati dan penuh perhitungan matang. Pernyataan yang muncul nyaris tidak pernah menyakiti baik kepada kolega maupun lawan politik.
Komentar komentarnya juga sejuk dan tidak pernah ada manuver-manuver yang tidak perlu. Bahkan, Pernyataannya di muka umum tanpa suara keras dan lantang. Selalu santun, pernyataannya pun tidak pernah ada yang kontroversial. Sikap ini yang berdampak positif dan membawa pengaruh simpati khalayak ramai.
Kedua, Ipuk Fiestiandani adalah tokoh publik yang bisa diterima semua kalangan. Di kalangan elite politik skala lokal, dia bisa beriringan dan berdampingan. Catatan ini yang membawa pengaruh mayoritas partai politik (parpol) mengusung tokoh perempuan berkacamata ini.
Total ada 16 parpol yang mengusung sekaligus memenangkan di perhelatan pilkada yang digeber tanggal 27 November nanti. Praktis, hanya PKB dan PBB yang menjadi lawan kompetisi.
Ketiga, dia bisa berdialog dengan lawan politik untuk kepentingan rakyat Banyuwangi. Contoh sederhana adalah merangkul banyak pondok pesantren (ponpes) untuk bersama sama mewujudkan Banyuwangi yang maju dan rakyat sejahtera, aman dan kondusif.
Ponpes Darussalam Blokagung, misalnya. Seperti diketahui, ponpes terbesar di Banyuwangi ini sempat berseberangan politik dalam pilkada periode lalu. Kini, faktanya, Ipuk Fiestiandani mampu dan bisa berkolaborasi bersama-sama ponpes terbesar tersebut dalam momentum Pilkada tahun ini. Wal hasil, Ponpes Darussalam Blokagung melalui maklumatnya menyatakan sikap mendukung sang petahana.
Keempat, adalah kemampuan memanajemen mesin pemenangan. Seluruh gabungan parpol dan seluruh relawan terbentuk dengan sedemikian rupa. Tugasnya adalah memberikan sosialisasi program yang nyata demi kepentingan rakyat ke depannya. Mesin mesin ini terbentuk hingga level bawah yaitu jajaran grass root.
Kelima, Ipuk Fiestiandani bisa berkolaborasi dengan tokoh tokoh sentral yang selama ini berjibaku memikirkan kepentingan Banyuwangi. Sebut saja, tokoh selevel KH. Hisyam Syafaat, KH. Ahmad Munib Syafaat, KH. Maskur Ali (Mantan Ketua PCNU tiga periode). Nama lain ada Ir. Wahyudi yang notabene mantan ketua DPC PKB dan banyak sekali tokoh tokoh dari kalangan kiai dan politisi yang bergabung bersama Ipuk.
Keenam adalah memilih calon wakil dari unsur birokrasi yang sarat pengalaman. Mujiono yang didapuk sebagai calon wakilnya adalah tokoh yang kompeten dan memiliki dedikasi yang tinggi. Terbukti, karir tokoh asal Kecamatan Cluring ini karirnya moncer hingga meraih jabatan tertinggi sebagai PNS di lingkungan Pemkab Banyuwangi yaitu sebagai sekretaris kabupaten Banyuwangi.
Kolaborasi Ipuk Fiestiandani – Mujiono adalah pasangan cukup ideal. Sarat pengalaman dalam birokrasi dan bisa bekerja sama semua lini untuk kepentingan rakyat Banyuwangi.
Ketujuh adalah memiliki seorang suami yang sarat pengalaman lokal dan nasional yang juga berprestasi, yaitu Abdullah Azwar Anas. Apalagi, sang suami juga dipercaya oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB).
Tentu, jaringan luas di level pusat Nasional ini membawa dampak besar untuk kabupaten ujung timur pulau jawa ini. Simak saja, Jokowi presiden, Kota Surakarta atau yang dikenal dengan Kota Solo tempat dia mengawali karir sebagai walikota, akhirnya Kota Solo semakin maju dan dikenal luas karena pembangunan berkelanjutan menghiasai Kota Solo.
Akses luas langsung jaringan pusat ini membawa dampak besar bagi kemajuan daerah.
Yang paling gress adalah rencana pembangunan pasar Banyuwangi yang anggaran bersumber dari APBN mencapai ratusan miliar. Yang perlu diketahui, ini merupakan bagian dari inisiasi dari lobi-lobi seorang menteri untuk Banyuwangi.
Oleh karena itu, rangkaian indikator ini yang berpotensi pasangan calon bupati wakil bupati, Ipuk Fiestiandani – Mujiono unggul atas sang penantang, H. Moh. Ali Makki – Ali Ruchi.
Ali Nurfatoni, Sekretaris Forum Diskusi Dapil Se Banyuwangi












