Kepala Sekolah SMPN 1 Sanankulon Abaikan Surat Klarifikasi Anggaran BOS Kinerja yang Diduga Diselewengkan

Indonetizen.id, Blitar – Kontroversi seputar pengelolaan anggaran BOS kinerja di SMPN 1 Sanankulon semakin memanas setelah kepala sekolah, Budiana, diduga mengabaikan surat klarifikasi dari media indonetizen.id.

Surat tersebut, yang dikirimkan kepada beberapa sekolah SMP, membahas penggunaan anggaran BOS kinerja yang mencapai Rp120.000.000 per sekolah.

Pada hari Senin (14/8/2023), awak media mencoba menghubungi Budiana untuk mendapatkan tanggapan terkait surat klarifikasi tersebut. Namun, Budiana dengan tegas menolak memberikan jawaban dengan alasan bahwa dirinya tidak berkompeten dalam hal tersebut.

“Lek kober yo tak jawab, lek ra kober yo teko dek sekolaan tak jawab lisan (kalau sempat ya saya jawab, kalau gak sempat ya saya jawab secara lisan di sekolah)” ujar Budiana, yang mengundang kekecewaan dari pihak media.

Pras, anggota lembaga LITERASI di Kabupaten Blitar, turut memberikan tanggapan terkait insiden ini. Dia menyatakan bahwa lembaganya akan segera mengambil tindakan terkait pengelolaan anggaran BOS kinerja di tahun 2022.

“Saya mendengar jawaban yang meremehkan dari pihak kepala sekolah terhadap surat media indonetizen.id. Sikap seperti ini tidak pantas bagi seorang kepala sekolah. LITERASI akan mengambil tindakan tegas dalam menghadapi permasalahan anggaran BOS kinerja ini,” ungkap Pras dengan tegas.

Ketegangan terkait pengelolaan anggaran BOS kinerja di SMPN 1 Sanankulon semakin mencuat, dengan pihak media dan lembaga LITERASI berkomitmen untuk mengawal transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran sekolah.

Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya yang akan diambil oleh lembaga terkait dan pihak kepala sekolah. (Red)

Tinggalkan Balasan