Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia 2023, Aliansi Aktivis Anti Korupsi  Menyerahkan SURAT TERBUKA Kepada Bupati… ADA APA..?

Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia 2023, Aliansi Aktivis Anti Korupsi  Menyerahkan SURAT TERBUKA Kepada Bupati. ADA APA..?

Banyuwangi – indonetizen.id | Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada 9 Desember, dimaknai oleh Aliansi Aktivis Anti Korupsi Banyuwangi dengan memberikan Surat Terbuka kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Senin,11/12/2023

Koordinator Aksi Suparmin,SH mengungkapkan bahwa korupsi telah menjadi masalah utama yang harus diatasi di Kabupaten Banyuwangi. “Korupsi merugikan banyak pihak dan mempengaruhi perkembangan pembangunan. Oleh karena itu, perlu adanya tindakan tegas dari pemerintah untuk menangani kasus-kasus korupsi yang terjadi di Banyuwangi,” ucapnya.

Sekitar 100 orang dari berbagai elemen lembaga dan aktivis anti korupsi di Kabupaten Banyuwangi turut serta dalam aksi ini, menyatukan suara dalam perjuangan melawan korupsi.

Aksi tersebut mencapai puncaknya dengan penyerahan SURAT TERBUKA kepada Bupati, di mana aliansi menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap masalah korupsi yang masih menjadi tantangan di daerah ini. Dalam suasana penuh semangat, para aktivis menyuarakan tuntutan untuk peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan peran masyarakat dalam pencegahan korupsi.

SURAT TERBUKA

Kepada Yth. Bupati Banyuwangi,

Salam sejahtera, salam Anti korupsi

Kami, masyarakat yang peduli terhadap pembangunan daerah dan permasalahan korupsi, dengan ini mengucapkan selamat memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia.

Sebagai warga Banyuwangi, kami ingin mengajak Bupati untuk merayakan hari penting ini dengan semangat dan komitmen yang tinggi dalam memerangi korupsi serta menciptakan birokrasi yang bersih dari praktik korupsi di Kabupaten Banyuwangi.

Korupsi merupakan sebuah persoalan yang merusak kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Pada saat yang sama, korupsi juga menghambat perkembangan daerah, mempersempit ruang demokrasi, dan merusak rasa keadilan dalam masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan partisipasi dan komitmen dari seluruh elemen masyarakat, terutama dari pemimpin-pemimpin daerah, dalam membentuk tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Kami mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam memerangi korupsi selama ini. Upaya penegakan hukum terhadap koruptor serta kebijakan-kebijakan antikorupsi yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi merupakan langkah yang positif dan patut diacungi jempol. Namun, masih banyak tugas yang harus dilakukan untuk mencapai birokrasi yang bersih dan bebas dari korupsi.

Kami berharap Bupati untuk mengambil langkah-langkah konkrit dalam membangun birokrasi yang bersih dari praktik korupsi di Kabupaten Banyuwangi. Beberapa langkah tersebut antara lain:

1. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Memastikan adanya pengawasan yang ketat terhadap penggunaan anggaran serta melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan.

2. Memperkuat sistem e-procurement untuk mencegah praktek korupsi dalam pengadaan barang dan jasa. Memastikan proses tender dan pengadaan dilakukan secara terbuka, adil, dan transparan.

3. Meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan menjaga integritas para pegawai birokrasi. Merumuskan kode etik dan melakukan pembinaan agar para pegawai negeri sipil tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip kejujuran dan anti korupsi.

4. Melibatkan aktivis anti korupsi, LSM, dan masyarakat secara aktif dalam pengawasan terhadap proses pengambilan keputusan publik serta menjalin sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat.

5. Menggalang kesadaran masyarakat melalui sosialisasi anti korupsi dan memberikan akses yang mudah bagi masyarakat untuk melaporkan praktek korupsi yang terjadi di Kabupaten Banyuwangi.

Kami percaya, dengan adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam memerangi korupsi, Kabupaten Banyuwangi akan menjadi contoh yang baik dalam menciptakan birokrasi yang bersih dan berintegritas.

Mari peringati Hari Anti Korupsi Sedunia ini dengan tekad yang kuat, bahwa Kabupaten Banyuwangi adalah daerah yang bersih dan bersahabat bagi investor, masyarakat, dan generasi penerus.

Terakhir, kami berharap Bupati dapat menjadi teladan dalam berprilaku integritas dan memberikan komitmen yang nyata terhadap perjuangan melawan korupsi.

Mari bersama-sama kita wujudkan Kabupaten Banyuwangi yang damai, sejahtera, dan bebas dari korupsi.

Hormat kami,

Aliansi Aktivis Anti Korupsi Banyuwangi

Aliansi Aktivis Anti Korupsi Banyuwangi berharap, surat terbuka ini dapat menjadi panggilan untuk semua pihak, terutama para pejabat, untuk berkomitmen dalam memerangi korupsi dan menjaga keadilan. “Kami berharap pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama untuk mewujudkan Banyuwangi yang bersih dari korupsi,” pungkas Suparmin.

Tinggalkan Balasan