Patut Diapresiasi, Permasalahan Siswa di SMPN 2 Glagah Berakhir Damai melalui Mediasi

Indonetizen.id, Banyuwangi – Permasalahan yang sempat memunculkan konflik di antara sejumlah siswa SMPN 2 Glagah kini telah menemui titik damai melalui mediasi, sebuah langkah bijaksana yang patut diapresiasi.

Pertemuan mediasi Kamis, (19/10/2023) yang melibatkan kepala sekolah, guru, Camat Glagah Sri Widianto, S.H, Kapolsek Glagah AKP Pudji Wahyono, S.H, perwakilan dari Dinas Pendidikan, orangtua siswa, dan siswa terlibat berhasil mencapai kesepakatan, menandai akhir dari ketegangan yang melanda sekolah dalam beberapa hari terakhir.

Dalam pernyataan bersama, semua pihak sepakat untuk mengatasi perbedaan dan bekerja sama demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan harmonis. Silvi, salah satu orang tua murid, mengungkapkan rasa leganya, “Kami berterima kasih kepada sekolah atas upaya dalam memfasilitasi mediasi ini. Ini adalah contoh yang baik bagi anak-anak kami tentang penyelesaian damai.”

Kepala Sekolah SMPN 2 Glagah, Karyono, S.Pd., MT, mengungkapkan rasa syukur, “Kami sangat bersyukur bahwa permasalahan ini diselesaikan dengan damai melalui mediasi. Ini mengajarkan pentingnya komunikasi dan kerjasama. Kami berharap siswa-siswa kami dapat melanjutkan pendidikan dengan semangat baru.”

Peran guru dan staf sekolah dalam memediasi konflik ini mendapat apresiasi tinggi. Mereka berhasil memfasilitasi dialog antar siswa dan menemukan solusi yang diterima semua pihak.

Karyono menambahkan, “Kami berharap hasil mediasi ini menjadi dasar kuat untuk membangun kerukunan di SMPN 2 Glagah. Sekolah ini berkomitmen untuk memantau situasi dan mengambil tindakan proaktif dalam mengatasi masalah siswa.”

Penyelesaian damai melalui mediasi di SMPN 2 Glagah adalah contoh nyata bahwa dialog, kerjasama, dan komitmen bersama adalah kunci dalam menangani konflik. Langkah ini seharusnya dijadikan teladan oleh sekolah lain dalam menanggapi tantangan serupa, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan damai.

“Semoga peristiwa ini menjadi pendorong positif untuk perubahan dan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan serta menghindari kekerasan di lingkungan sekolah,” pungkas Karyono dengan harapan akan masa depan yang lebih harmonis bagi sekolah dan siswa SMPN 2 Glagah. (Arra)

Tinggalkan Balasan